PHRI Badung Dukung ‘Wolrd Clean Up Day’

IGN. Rai Suryawijaya (pakai baju putih/kanan) saat menerima panitia Suksma Bali di ruang kerjanya (foto : ist)

Beritabalionline.com – Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung yang juga Ketua Badan Pengembangan Pariwisata Daerah (BPPD) Badung, IGN. Rai Suryawijaya, S.E, M.Si, mengapresiasi semangat para aktivis Paiketan Krama Bali yang menggulirkan Program Suksma Bali.

“Saya berharap kepada jajaran pengurus dan anggota Paiketan Krama Bali agar bersinergi dengan pemerintah khususnya Pemkab Badung sehingga program-program Paiketan seperti Suksma Bali bisa disupport oleh  pemerintah Badung,” kata Rai Suryawijaya, Kamis (6/9/2018).

Pria yang akrab dipanggil jik Rai ini menambahkan, positioning Paiketan dinilai sangat strategis bisa menjadi partner pemerintah dalam mensukseskan program pembangunan di Badung. Pihaknya selaku orang nomor satu di PHRI Badung siap menjembatani keperluan Paiketan untuk mensukseskan program Suksma Bali.

“Mari kita bersinergi dengan Pemerintah Badung dengan saling mendukung program masing-masing sehingga apa yang menjadi target bisa tercapai,” ujarnya saat menerima panitia Suksma Bali di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Koordinator World Clean Up Day (WCUD), Darma Suyasa memaparkan perkembangan kegiatan Suksma Bali khususnya WCUD yang bakal digelar pada 15 September 2018 serentak pada berbagai titik lokasi di seluruh Bali dengan melibatkan 15.000 peserta.

Pihaknya saat ini sedang menentukan titik-titik lokasi dan koordinator di masing-masing titik lokasi. Menurut rencana, panitia akan melibatkan asosiasi SMK se Bali untuk mensukseskan program itu.

Ketua Departemen Pariwisata Paiketan Krama Bali yang juga Steering Committee Suksma Bali,  I Made Ramia Adnyana, S.E, M.M, CHA menambahkan, ia akan memfollow up hasil pertemuannya dengan Kepala Kopertis Wilayah VII Prof. I Nengah Dasi Astawa terkait rencana melibatkan para rektor di Kopertis Wilayah VII agar menggerakkan mahasiswa baru dalam gelaran WCUD.

Kata Ramia Adnyana, masyarakat harus dilibatkan dalam program rutin yang nyata seperti WCUD. “Saya terinspirasi dengan gerakan bersih-bersih di Kabupaten Jembrana yang memberi Bendera Hijau kepada desa-desa yang bersih dan bendera hitam untuk desa yg kotor dan jorok,” katanya.

Ia lantas mengusulkan tagline Bali bersih mulai dari hal-hal kecil (start from small), mulai dari diri anda sendiri (start from yourself), dan mulai dari sekarang (start from now).

Sementara itu, Pembina Umum Paiketan Krama Bali, Ida Rsi Wisesanatha mengusulkan agar dibentuk konsorsium mengingat para aktivis Suksma Bali mayoritas praktisi pariwisata yang sangat sibuk. Dengan demikian program bersih-bersih itu menjadi ajang edukasi rutin. (agw)