Golkar Kembalikan 700 Juta ke KPK, Terkait Kasus PLTU Riau-1

Rakernas Golkar Dukung Jokowi Capres 2019 tanpa syarat.(foto : ist)

Beritabalionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima pengembalian uang sebesar Rp 700 juta. Asalnya dari Partai Golkar. Pengembalian uang ini terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham dan politisi Golkar Eni Maulani Saragih.

“Kami konfirmasi memang benar ada pengembalian yang tersebut. Pengembalian dilakukan bukan hari ini, antara kemarin atau lusa. Pengembaliannya sekitar Rp 700 juta,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (7/9/2018).

Febri mengatakan, uang tersebut diserahkan oleh salah satu pengurus Partai Golkar. Uang yang diduga terkait proyek PLTU Riau-1 itu sempat dipakai untuk pendanaan kegiatan partai. Saat ini, uang tersebut telah disita oleh KPK.

“Uang tersebut dilakukan penyitaan dan masuk dalam berkas perkara ini,” ucapnya.

KPK menghargai sikap kooperatif pengurus Partai Golkar yang telah mengembalikan uang. Pengembalian uang ini menjadi bukti penguat untuk penyidikan kasus PLTU Riau-1.

“Ini akan menjadi salah satu bukti penguat dalam konteks penyidikan yang dilakukan KPK untuk menelusuri arus uang terkait PLTU Riau 1,” jelasnya.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eni Maulani Saragih, pemilik Blackgold Natural Insurance Limited Johanes Budisutrino Kotjo, dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham. Idrus diduga secara bersama-sama dengan Eni menerima hadiah atau janji dari Johanes terkait kasus ini. (sdn/itn)

 

BACA JUGA:  Satgas di Daerah Diminta Terus Lakukan Monitoring, Edukasi dan Menegakan Disiplin 3M di Masyarakat