Polisi Ringkus Pelaku Perampokan Toko Bangunan di Jalan Gatsu VI Denpasar

Tersangka diamankan di Polsek Denpasar Barat (foto : ist)

Beritabalionline.com – Petugas dari Polsek Denpasar Barat berhasil meringkus tersangka Alexius J Parenggu (27) tanpa perlawanan, setelah melakukan perampokan toko bahan bangunan di Jalan Gatot Subroto VI Nomor 16, Denpasar, Rabu (5/9/2018) dini hari.

“Tersangka melakukan aksi perampokan pada dini hari tadi, dan tersangka berhasil kami tangkap pukul 10.00 WITA di dalam kamar indekosnya tanpa perlawanan,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Adnan Pandibu diwakili Kanit Reskrim Iptu Aji Yoga, di Denpasar, Rabu (5/9/2018).

Dijelaskan, perampokan tersebut dilakukan saat toko bangunan milik I Made Parmadi (45) sedang tutup, dan tersangka dengan sengaja merusak gembok pintu rolling door toko itu.

Sementara pemilik toko baru menyadari tokonya menjadi sasaran perampokan saat tiba di TKP pukul 08.00 WITA. Korban kaget melihat gembok pintu rolling door toko miliknya sudah rusak.

Kemudian korban masuk ke dalam toko dan kaget melihat laci yang digunakan untuk menyimpan uang sudah terbuka lebar, dan uang yang ada di dalamnya raib. Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Denpasar Barat.

“Setelah menerima laoporan ini, Tim Opsnal Polsek Denpasar Barat melakukan penyelidikan dan menggali sejumlah keterangan saksi dan mengecek kamera pengintai (CCTV) yang terpasang di dalam toko. Dari apa yang terekam di kamera CCTV, petugas akhirnya berhasil menangkap tersangka yang sedang berada di dalam kamar indekosnya Jalan Nangka Selatan, Gang Nuri,” terang Kanit Reskrim.

Selanjutnya petugas menggiring tersangka ke Polsek Denbar untuk dimintai keterangan. Dan tersangka berterus terang menyatakan bahwa mkemang benar dirinya  melakukan aksi perampokan tersebut dengan cara merusak gembok rolling door toko, lalu mencongkel laci tempat penyimpanan uang milik korban.

BACA JUGA:  Rampok Toko Modern, Pelaku Ditembak Resmob Polda Bali

“Tersangka mengaku berhasil mengambil uang di dalam laci sebesar Rp1,86 juta,” ucapnya, seraya menyatakan aksinya itu dilakukannya sendiri, tanpa bantuan orang lain. Sedangkan motif tersangka melakukan perampokan karena terdesak masalah ekonomi. (agw)