5 September, Presiden Jokowi Lantik Koster-Ace Jadi Gubernur dan Wagub Bali

Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih Wayan Koster dan Cok Ace. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (5/9/2018) dijadwalkan melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pelantikan ini lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya, yaitu pada 17 September 2018.

“Pelantikan (gubernur dan wakil gubernur terpilih) oleh Presiden di Istana, besok tanggal 5. (Itu) Keputusan oleh Presiden,” kata Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/9/2019).

Setelah pelantikan di Istana Kepresidenan, serah terima jabatan gubernur dan wakil gubernur Bali akan digelar pada Sabtu (8/9/2018) di Gedung DPRD Provinsi Bali.

Dikonfirmasi terpisah, Wagub Bali Terpilih Cok Ace menyampaikan saat ini posisinya memang sudah berada di Jakarta. Ia baru tahu ada pemajuan jadwal pelantikan sejak 2 hari lalu. Namun baru mendapat kepastian, Senin (3/9/2018).

Mantan Bupati Gianyar yang juga dikenal sebagai pelaku pariwisata ini mengungkapkan, tak ada persiapan khusus untuk pelantikan tersebut. Rencananya, Ia dan Koster akan kembali ke Bali pada Kamis (6/9/2018).

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menetapkan pasangan Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Bali terpilih di Denpasar pada Selasa, 24 Juli lalu.

Dalam rapat pleno terbuka terkait rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi Pilkada Bali 2018 pada Minggu (8/7/2018), KPU Bali memutuskan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 1, I Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), unggul dengan perolehan 1.213.075 suara atau 57,68 persen.

Adapun paslon nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) memperoleh 889.930 suara atau 42,32 persen. Koster-Ace menang di enam kabupaten, yakni Buleleng (220.923 suara), Tabanan (199.384 suara), Badung (210.175 suara), Gianyar (186.076 suara), Jembrana (81.783 suara), dan Bangli (96.327 suara).

BACA JUGA:  Sat Pol PP Gianyar Imbau Masyarakat Tertib Saat Perayaan Tahun Baru

Paslon yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKB, PPP dan PKPI ini menelan kekalahan di tiga kabupaten/kota, yakni Karangasem (90.891 suara), Klungkung (39.653 suara) dan Denpasar (87.863 suara).

Adapun perolehan suara Mantra-Kerta di masing-masing kabupaten/kota adalah Buleleng (98.859 suara), Badung (70.290 suara), Tabanan (93.246 suara), Jembrana (72.801 suara), Bangli (48.917 suara), Gianyar (101.256 suara), Karangasem (132.795 suara), Klungkung (81.232 suara), dan Kota Denpasar (190.534 suara)

Selain pasangan Koster-Ace, pada hari ini di tempat yang sama, juga akan dilantik Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah periode kedua 2018-2023. Kabar tentang pelantikan itu diterima Ganjar mendadak saat dirinya berada di Lombok, NTB, untuk menjadi relawan.

“Kemarin secara informal disampaikan kepada Pemprov dan saya dikabari. Tadi malam di Lombok pada saat kita ninjau bencana, Pak Presiden nonton penutupan, Pak Wamenseskab menyampaikan pelantikannya maju tanggal lima. Kemudian saya konfirmasi, kebetulan lagi bareng Pak Gubernur NTB dan Presiden, ya pelantikannya maju,” kata Ganjar dalam keterangannya kepada awak media, Senin (3/9/2018).

Jadwal pelantikan ini membuat Ganjar terpaksa mempersingkat waktunya di Lombok. Semula, Ganjar menjadi relawan pada 2-4 September 2018. Tapi, karena ada jadwal mendadaktersebut, Ganjar memutuskan untuk kembali ke Semarang, Senin (3/9/2018) guna mempersiapkan segala hal yang diperlukan.

“Hari ini sudah selesai, hari ini saya balik untuk persiapan yang di sana. Terus memastikan juga persiapan-persiapan yang ada,” demikian Ganjar Pranowo. (agw)