Nenek Moyang Suku Kei Diperkirakan Berasal dari Bali, Ada Kesamaan Budaya

Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara. (foto : Tribunnews.com)

Beritabalionline.com – Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun melacak sejarah leluhur Suku Kei dengan berkunjung ke Kabupaten Buleleng, Bali, karena leluhur suku itu diduga berasal dari Desa Pedawa, Buleleng.

Keterangan dari Humas Pemkab Buleleng yang diterima Antara, Sabtu (1/9/2018) sebagaimana  dilansir Merdeka.com pada Minggu (2/9/2018), menyebutkan Bupati Anderias Rentanubun dalam kunjungan itu diterima oleg Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka di ruang rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng.

“Kunjungan ini untuk silaturahmi dengan Pemkab Buleleng, selain tujuan utama untuk menyusuri jejak sejarah orang Suku Kei yang dipercaya berasal dari Bali. Hal itu didasari oleh hukum adat Suku Kei yaitu Hukum Larvul Ngabal yang dibawa oleh perempuan Bali,” kata Bupati Anderias Rentanubun.

Dari sejarah itu, katanya, pihaknya pun menyusuri leluhur orang Kei yang berasal dari Bali, namun tepatnya belum diketahui di Bali bagian mana.

“Dengan kunjungan ini, saya ingin bertemu tetua adat, khususnya di Desa Pedawa, sekaligus melakukan penelitian bersama tim peneliti yang sudah dibentuk,” katanya.

Dengan bukti-bukti yang ada dan juga kesamaan yang dimiliki, kata Bupati Anderias, maka ditemukanlah bahwa leluhur itu berasal dari Buleleng, tepatnya di Desa Pedawa, yang dikenal sebagai desa tua di Bali Utara.

Menurut Bupati Anderias, kesamaan-kesamaan yang ditemukan antara lain suku Kei dan kebudayaan masyarakat Desa Pedawa antara lain keris, perahu kecil, rumah adat dan juga tradisi seperti orang-orang suku Kei menganut Hindu Bali.

“Rumah adat di Kei memiliki kesamaan dengan rumah adat yang ada di Desa Pedawa dari sisi dalamnya dan juga tradisinya,” katanya.

Merespons hal itu, Sekda Buleleng Dewa Puspaka mengatakan kunjungan Bupati Maluku Tenggara ini menjadi semacam jembatan untuk menggabungkan ikatan persaudaraan yang dulu pernah ada sejarahnya.

BACA JUGA:  Tak Gunakan Masker di Luar Rumah, Masyarakat Bali Didenda Rp100 Ribu

“Buleleng ternyata memiliki keluarga dan sejarah di Maluku Tenggara. Itu menunjukkan bagaimana kedinamisan para leluhur yang sangat fleksibel untuk menjelajah seluruh Nusantara,” katanya.

Oleh karena itu, Pemkab Buleleng mendukung penuh apa yang menjadi tujuan dari Kabupaten Maluku Tenggara untuk menyusuri sejarah persaudaraan yang dulu pernah ada dengan Kabupaten Buleleng.

“Pemkab Buleleng melalui OPD terkait akan memfasilitasi Kabupaten Maluku Tenggara dan juga terus mengikuti perkembangan-perkembangan yang akan terjadi selanjutnya. Kita siap untuk terus mengikuti penelitian ini,” kata Puspaka. (sdn/itn)