Berhasil Tekan Angka Peredaran Narkoba dan Premanisme, Polresta Denpasar Panen Penghargaan

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose (kanan) menyerahkan piagam penghargaan kepada Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan. (foto : agw)

Beritabalionline.com – Kerja keras Polresta Denpasar selama ini dalam menekan angka peredaran narkoba dan aksi premanisme berbuah manis. Atas prestasi tersebut, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan dan Kasat Resnarkoba Kompol Aris Purwanto menerima penghargaan dari Kapolda Bali.

Penyerahan penghargaan dilakukan pada acara Deklarasi Anti Premanisme dan Narkoba yang dihadiri belasan ribu warga dari berbagai elemen masyarakat Bali, di Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar, Sabtu (1/9/2018).

“Dalam kegiataan pemberantasan dan pengungkapan narkoba, kita memang rangking pertama dari Polres lain. Jumlah barang bukti seperti sabu dan ekstasi yang kita sita juga cukup besar,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo.

Selain narkoba, aksi premanisme yang selama ini menjadi sorotan dan meresahkan warga juga mampu ditekan. Bahkan, wilayah Denpasar Barat yang dulunya dikenal sebagai daerah yang memiliki angka  tindak kekerasan cukup tinggi, sekarang ini  sudah dapat diredam.

Sebelumnya, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menyebut tidak akan mentolelir aksi premanisme di Bali yang hanya bisa memeras dan melakukan pungutan liar terhadap rakyat kecil tak berdaya.

“Banyak orang yang mengatakan, jika Golose pindah dari Bali maka aksi premanisme akan kembali tumbuh subur di Bali. Saya katakan bahwa mulai hari ini, perlawanan masyarakat terhadap premanisme akan digelorakan. Mereka itu hanyak kelompok yang cengeng, dan menangis kalau dipenjara,” ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, Bali sangat rentan terhadap peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut. Hal ini dilihat dari angka pengguna narkoba yang cukup tinggi. “Angka ini cukup menghawatirkan, karena 60 persen lebih pelakunya warga Bali,” ungkapnya.

“Namun sudah ada penurunan. Tahun 2016, dari semua kasus narkoba 652 orang pelakunya melibatkan orang Bali. Tahun 2017 turun menjadi 588 orang. Untuk periode Januari-Agustus tahun 2018, pelaku penyalahgunaan narkoba di Bali turun menjadi 503 orang,” demikian Kapolda. (agw)