Pelaku yang Otaki Kasus Curanmor di Buleleng Tak Ada Kaitan dengan TNI

Kapendam IX/Udayana, Letkol Kav Jonny Harianto G, S.IP. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kodam IX/Udayana memberikan klarifikasi terkait merebaknya pemberitaan di media massa edisi 30 Agustus 2018 terkait dengan ulah “Pecatan Anggota TNI yang mengotaki kasus Curanmor di wilayah Kabupaten Buleleng”, dengan menyebut seorang pelaku atas nama Nyoman Karmaya yang mengotaki sederet kasus curanmor bersama dua orang temannya di wilayah Kabupaten Buleleng.

Kapendam IX/Udayana, Letkol Kav Jonny Harianto G, S.IP., menjelaskan, bahwa Nyoman Karmaya sudah menjadi warga masyarakat biasa sejak 11 Agustus 2017 sesuai dengan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat, Nomor Kep/496-17/IX/2017 tertanggal 8 September 2017 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat dari Dinas Keprajuritan TNI Angkatan Darat atas nama Serma I Nyoman Karmaya.

“Sejak itu Nyoman Karmaya sudah tidak ada hubungannya dengan institusi TNI,” terang Kapendam dalam siaran persnya di Makodam IX/Udayana, Jum’at (31/8/2018) siang.

Diterangkan, TNI sebagai institusi yang sangat menjunjung tinggi penegakan hukum dan penegakkan disiplin tidak segan-segan menindak tegas bagi anggota yang memang terbukti melakukan pelanggaran, baik pelanggaran hukum maupun pelanggaran disiplin.

“Seperti  apa yang dilakukan oleh Nyoman Karmaya, karena ulahnya maka dia diberhentikan dari dinas keprajuritan dengan cara tidak hormat atau “DIPECAT”. TNI tidak akan pernah melindungi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran. TNI tidak mau nama baiknya dirusak oleh oknum personil yang tidak taat terhadap hukum maupun disiplin. TNI tidak mau hanya karena nila setitik rusak susu sebelanga, ini suatu hal yang sangat tabu bagi TNI,” kata Kapendam.

Nyoman Karmaya sudah diproses sejak bulan Januari tahun 2017, dan telah dilaksanakan pemeriksaan khusus serta hasil pemeriksaannya sudah dilaporkan kepada komando atas dengan laporan khusus Nomor : R/151/Lapsus/III/2017 yang dilanjutkan dengan keluarnya Keputusan Danrem 163/Wira Satya Nomor Kep/14/IV/2017 tentang Penyerahan Perkara dari Komandan Korem 163/Wira Satya selaku Perwira Penyerah Perkara tersangka Nyoman Karmaya, kepada Pengadilan Militer berdasarkan Berita Acara Pendapat Oditur Militer pada Oditur Militer III-14 Denpasar.

BACA JUGA:  Curi Emas Hingga Ratusan Juta Rupiah, Uangnya buat Foya-foya, Samsul Dicokok Polisi

Setelah melalui persidangan di Pengadilan Militer Denpasar yang bersangkutan dijatuhi vonis pokok berupa hukuman penjara selama I tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan dan pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer, sesuai dengan Petikan Keputusan Pengadilan Militer III-14 Denpasar, Nomor : 25-K/PM III-14/AD/V/2017.

“Adapun saat ini Nyoman Karmaya kembali berulah melakukan kejahatan apapun bentuknya, itu sudah menjadi urusannya sendiri sebagai anggota masyarakat biasa dan tidak ada sangkut pautnya lagi dengan institusi TNI,” tegas Kapendam. (agw)