Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat, 1 Laki dan 3 Perempuan

Empat bayi kembar yang dilahirkan Luh Gede Irin Pradnyawati. (foto : Kumparan.com)

Beritabalionline.com – Seorang Ibu, warga Kabupaten Badung bernama Luh Gede Irin Pradnyawati, telah melahirkan bayi kembar empat, yang berjenis kelamin satu laki-laki dan tiga perempuan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda, Denpasar.

“Perasaan saya, awalnya senang bercampur sedih ketika mengetahui mengandung bayi kembar. Senang, karena saya akhirnya mendapat anugerah memiliki momongan, sedih karena mengetahui risiko yang sangat tinggi pada janin yang dikandung seperti risiko keguguran hingga lahir prematur,” kata Irin, disela-sela acara ‘Syukuran Bayi Kembar Empat Siap Pulang’ di RSIA Puri Bunda, Denpasar, Jumat (31/8/2018).

Irin, warga asli Buduk, Kabupaten Badung, yang dipersunting Putu Agra Ricna Sukarmawan dari Desa Kayuputih, Kabupaten Buleleng tersebut, telah melahirkan keempat buah hatinya pada 1 Agustus 2018 melalui persalinan “seksio sesaria”.

Irin yang mendapat kehamilan melalui program bayi tabung itu sangat bersyukur karena pada awal-awal masa kehamilan tidak mengalami permasalahan.

“Untungnya, perkembangannya bagus, sehat semua, seperti mengandung satu bayi, dari berat badan aman, perkembangan juga aman. Akhirnya saya bisa melewati, awal-awal memang tidak terasa berat hingga akhirnya menginjak usia kehamilan tujuh bulan saya diminta dokter untuk beristirahat,” kenang Irin yang sebelumnya selama tiga tahun menanti hadirnya buah hati.

Irin sendiri harus mendapat perawatan di RSIA Puri Bunda sejak 12 Juli 2018 karena mengalami gejala persalinan prematur berupa kontraksi rahim disertai keluar lendir campur darah. Gejala itu terjadi saat kehamilan berusia 28-29 minggu.

Saat itu, ibu muda yang berprofesi sebagai guru itu segera dirawat di RS untuk mencegah persalinan prematur, sembari diberikan obat untuk mempercepat pematangan paru-paru pada janin. Sejak dirawat dari 12 Juli hingga 31 Juli 2018, gejala persalinan prematur berhasil diatasi.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Dukung BPJS Beri Jaminan Layak untuk Tenaga Kerja di Bali

Namun, setelah gejala persalinan prematur hilang, ternyata muncul persoalan yang lebih serius karena Irin mengalami pecah ketuban saat umur kehamilannya menginjak 32 minggu. Akhirnya karena pertimbangan medis, pada 1 Agustus akhirnya tim dokter memutuskan melakukan “seksio sesaria” (operasi) untuk melahirkan keempat bayi.

Bayi kembar empat, berjenis kelamin satu laki-laki dan tiga perempuan, sewaktu lahir beratnya masing-masing 1.660 gram, 1.530 gram, 1.470 gram, dan 1.200 gram. Keempaat bayi itu masing-masing diberi nama Putu Agartha Delano Rinandra (Agartha), Made Naila Zeina Rinandra (Naila), Komang Anaira Isyani Rinandra (Naira) dan Ketut Anaisya Kamila Rinandra (Naisya).

Pertumbuhan yang baik dilihat dari perkembangan berat badan bayi masing-masing yang kini menjadi 2.100 gram, 2.020 gram, 2.000 gram, dan 1.600 gram, sehingga tim dokter menyatakan keempat bayi sudah sehat dan diperbolehkan pulang.

“Saya merasa mendapat keajaiban yang luar biasa dengan memiliki empat buah hati sekaligus, semoga kisah saya ini juga dapat menginspirasi pasangan suami istri lainnya dalam berjuang memperoleh momongan,” ujar Irin.

Senada dengan itu, Putu Agra Ricna Sukarmawan, ayah bayi kembar empat ini menceritakan betapa dia harus memberikan dukungan dan menjaga psikis sang istri agar jangan sampai berpengaruh buruk pada janin yang sedang dikandung.

Sementara itu, Direktur Utama PT Puri Bunda dr Ida Bagus Semadi Putra SpOG mengatakan kehamilan kembar empat tergolong langka, yang angka kejadiannya diperkirakan 1 berbanding 512.000 kehamilan.

Menurut dia, penanganan kehamilan hingga persalinan bayi kembar empat tersebut merupakan yang pertama kalinya di RSIA Puri Bunda, sedangkan jika menangani bayi kelahiran kembar dua, dari 2014 hingga saat ini sudah 88 bayi. (sdn)