Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali akan Dongkrak Devisa Pariwisata

Foto : Kemenpar siapkan 60 paket wisata saat Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

Beritabalionloine.com – Bank Indonesia menyebutkan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang sedianya digelar Oktober mendatang di Nusa Dua, Bali akan berkontribusi mendongkrak penerimaan devisa negara dari sektor pariwisata tahun 2018.

“Ini merupakan event besar dan bisa menghasilkan devisa yang besar,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di sela-sela konferensi internasional terkait buletin ekonomi moneter dan perbankan di Kuta, Kamis (30/8/2018).

Tahun ini pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara 17 juta orang dan tahun 2019 sebanyak 20 juta orang.

Dia menjelaskan total penerimaan devisa pariwisata tahun 2019 diperkirakan mencapai 17,6 miliar dolar AS atau naik sekitar 3-4 miliar dolar AS dari target penerimaan devisa tahun ini.

Ditambahkan pula, hingga tahun 2024, pemerintah menargetkan minimal 25 juta wisatawan mancanegara bertandang ke Indonesia dengan target devisa mencapai 28,5 miliar.

Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali Oktober 2018 diharapkan menjadi penyumbang terbesar devisa dalam waktu yang singkat atau selama penyelenggaraan forum tersebut, karena banyaknya jumlah delegasi yang akan hadir, yaitu sekitar 15 ribu orang dari 189 negara.

Mereka terdiri dari kepala negara dan  para petinggi negara termasuk menteri keuangan, gubernur bank sentral, investor dan pelaku bisnis yang memiliki tingkat pengeluaraan cukup tinggi.

Selain hadir di Pulau Dewata, para delegasi juga dijadwalkan mengunjungi daerah lain di Indonesia di antaranya Yogyakarta, Banyuwangi, Jakarta, Labuan Bajo, Lombok, dan Danau Toba di Sumatera Utara serta beberapa destinasi lainnya. (sdn)

BACA JUGA:  Lembaga Keuangan Dunia Siap Biayai Proyek Pembangunan PLTP RI