Lebihi Batas Ijin Tinggal, Warga Negara Jepang Dideportasi

Petugas Imigrasi saat mengawal warga negara Jepang yang dideportasi di Bandara Ngurah Rai, Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar mendeportasi warga asing berkebangsaan Jepang, Satu Shigeru. Warga asing tersebut dideportasi lantaran batas tinggal di Indonesia melebihi dari Izin tinggal yang diberikan (over stayer).

“Satu Shigeru tiba di Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai pada tanggal 30 Nopember 2016 silam dengan menggunakan fasilitas bebas visa kunjungan yang hanya berlaku selama 30 Hari,” kata Kepala Rudenim Denpasar Anak Agung B. Narayana dalam siaran persnya, Rabu (29/8/2018).

Selama 30 hari, Shigeru mengunjungi beberapa daerah di Indonesia seperti di Koa Bandar Lampung, untuk mengunjungi seorang teman lamanya yang dulu pernah dikenal dan pernah bekerja di Jepang.

Di kota Bandar Lampung permasalahan mulai timbul. Penyakit gula yang selama ini dideritanya kambuh. Oleh karena dalam keadaan sakit, ia berfikir tidak apa-apa menambah masa ijin tinggalnya dan tinggal lebih lama lagi.

“Hingga akhirnya Mr. Sato tanpa menyadari telah melebihi ijin tinggal sesuai yang diberikan selama 219 hari. Dan selama sakit, ia tinggal di rumah seorang temannya bernama Aji Sapto Putro di daerah Pringsewu Bandar Lampung,” terang Kepala Rudenim.

Masyarakat sekitar yang curiga dengan keberadaan orang asing dan diduga tanpa ijin tinggal kemudian melapor ke Kantor Imigrasi Lampung. Guna memudahkan proses pemulangan yang bersangkutan, Kantor Imigrasi Lampung melakukan koordinasi dengan Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

“Selama menunggu proses pemulangan, Rudenim Denpasar melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Konsul Jenderal Negara Jepang di Denpasar, untuk dapat dibantu memfasilitasi tiket kepulangan warganegaranya,” ucap Narayana.

Satu Shigeru akhirnya dideportasi melalui Bandara Ngurah Rai Bali menggunakan pesawat AirAsia XT401 tujuan Narita-Tokyo Jepang, Selasa (28/8/2018). Proses deportasi dilakukan oleh 3 orang petugas Rudenim Denpasar yang dipimpin Kepala Seksi Registrasi dan Pelaporan, Made Widiantara. (agw)

BACA JUGA:  Kelompok Tani Tabanan Diharapkan Jadi Pilar Pangan di Bali