Pemkot Denpasar Revitalisasi Pasar Tradisional

Rai Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara meletakkan batu pertama revitalisasi Pasar Kerta Waringin Sari, Desa Angabaya. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Kota Denpasar, kembali melakukan revitalisasi pasar tradisional, yakni Pasar Kerta Waringin Sari, Kecamatan Denpasar Timur dalam upaya memberi kenyamanan para pengunjung pasar tersebut.

“Pemkota Denpasar sebelumnya sudah melakukan revitalisasi pasar tradisional sebanyak 33 unit yang tersebar di empat kecamatan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, I Wayan Gatra di Denpasar, Selasa (28/8/2018).

Ia mengatakan, tujuan utama dari revitalisasi pasar tradisional adalah untuk menggerakan sektor ekonomi kerakyatan agar menjadi solusi pembangunan ekonomi desa.

“Saat ini pasar tradisional masih menjadi sektor penting dalam menggerakan ekonomi utamanya di dalam kota. Sehingga revitalisasi pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar penting untuk memaksimalkan pengembangan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan dengan adanya revitalisasi pasar tersebut akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional meningkat. Hal tersebut akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan pasar dan ekonomi kerakyatan ke depan.

“Saya harapkan ke depannya pasar Kerta Waringin Sari setelah direvitalisasi lingkungan dan kondisinya menjadi bersih, dan berharap masyarakat akan semakin ramai ke pasar itu,” katanya.

Kepala Pasar Kerta Waringin Sari, I Made Sukrasena mengatakan bahwa dengan pelaksanaan revitalisasi ini maka akan terdapat tambahan 201 lapak dari 18 kios dan 43 lapak. Pada bangunan yang terdiri dari blok A, B, C dan D akan dilengkapi fasilitas umum yang memadai dan pengukuran tera ulang.

Adapun revitalisasi Pasar Kerta Waringin Sari ini dilakasanakan menggunakan dana tugas pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan RI dengan nilai pengadaan fisik Rp5,7 miliar dan pengadaan pengawasan Rp140 juta. (tra)

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Dorong Layanan Prima RSUD Wangaya