Gunakan Dokumen Palsu, Dua Pegawai Pemkot Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Dua oknum pegawai Pemkot Denpasar yang melakukan tindak pidana pengajuan kredit koperasi dengan menggunakan dokumen palsu. (foto : Radar Bali)

Beritabalionline.com – Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Bali, menuntut dua orang pegawai di Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, masing-masing 2,5 tahun penjara, karena melakukan tindak pidana pengajuan kredit menggunakan dokumen palsu.

“Terdakwa Ni Wayan Arini (48) dan Ni Wayan Rusi Purnama Dewi, (31) terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama menggunakan surat palsu dan melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martinus Tondu Suluh di PN Denpasar, Selasa (28/8/2018).

Dalam sidang yang dipimpin Hakim I Wayan Kawisada itu, jaksa menilai perbuatan terdakwa Ni Wayan Arini yang merupakan seorang pegawai negeri di Bagian Pengelolaan Aset Kota Denpasar dan terdakwa Ni Wayan Rusi Purnama Dewi selaku pegawai honorer di Sekretariat DPRD Kota Denpasar, telah meresahkan masyarakat.

Sementara yang meringankan, keduanya mengakui perbuatannya secara berterus terang, dan para terdakwa mengembalikan kerugian saksi korban sebesar Rp526,3 juta. Selain itu, para terdakwa belum pernah dihukum dan menyesali perbuatannya.

Mendengar tuntutan jaksa itu, salah satu terdakwa Wayan Arini didampingi penasihat hukumnya I Nyoman Yudara menanggapi tuntutan jaksa dengan menyampaikan pembelaan (pledoi) secara lisan dengan meminta keringan hukuman kepada majelis hakim.

“Mohon majelis hakim memberikan saya hukuman seringan-ringannya, karena saya menyesali perbuatan saya dan saya memiliki kewajiban sebagai istri maupun menantu,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus ini mencuat, karena kedua terdakwa membuat pemalsuan surat pengajuan kredit di Koperasi Asta Sedana alamat Lingkungan Cepaka, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, pada 18 Juli 2014 sampai 25 November 2014, sehingga mengakibatkan koperasi itu mengalami kerugian sebesar Rp655,4 juta lebih. (tra)