Seniman Pulau Dewata Gelar Pentas Solidaritas untuk Gempa Lombok

Para Seniman Bali saat menggelar pentas seni bertajuk “Art for Humanity, Solidaritas untuk Gempa Lombok”. (foto : Antara)

BBO.COM – Sejumlah seniman dan berbagai komunitas di Bali menggelar pentas seni bertajuk “Art for Humanity, Solidaritas untuk Gempa Lombok” yang diisi dengan kegiatan lelang dan pengumpulan donasi, di Denpasar, Sabtu (25/8/2018) malam.

“Pesan yang ingin kami sampaikan dari kegiatan solidaritas ini bukan dari seberapa banyak yang dikumpulkan secara nominal maupun barang, solidaritas bisa dalam bentuk dukungan dari kawan-kawan seniman dan komunitas,” kata Grace Jeanie,

Jeanie adalah penulis buku antologi cerpen Perempuan di Balik Bingkai yang karyanya diluncurkan dalam acara “Art for Humanity, Solidaritas untuk Gempa Lombok,” di Denpasar.

Jeanie mengatakan, awalnya dia hanya ingin me-launching buku Perempuan di Balik Bingkai yang berisikan cerpen lamanya yang berhasil dikumpulkan, dan juga peluncuran single album “Di Ujung Senja”.

Cerpen Jeanie itu sendiri banyak menyerap kehidupan kaum jalanan, karena sewaktu remajanya di Surabaya, dia biasa bergaul dengan preman, pemabuk, pelacur, dan berbagai jenis manusia yang dianggap “sampah” masyarakat.

“Namun karena kondisi Lombok yang terkena gempa, kok sangat tidak adil bagi kami (Jeanie dan sejumlah seniman-red) kalau hanya membuat acara untuk launching album saja,” ucap Jeanie yang mantan jurnalis dan juga perintis usaha event organizer JP Pro Bali.

Oleh karena itu, kegiatan peluncuran buku dan album, sekaligus dirangkaikan dengan “performing art” dari sejumlah seniman, kelompok teater dan komunitas seni serta lelang karya lukisan, sketsa, masakan khas Bali, hingga tanaman kaktus.

Sementara dari acara lelang dan penjualan buku, terkumpul donasi sebesar Rp17.426.500, yang nantinya akan disumbangkan untuk membantu korban gempa Lombok, NTB.

BACA JUGA:  Kurangi Sampah Plastik di Desa Nyambu Tabanan, Ini yang Dilakukan Diageo

Sementara itu, Deputi I Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, B. Wisnu Widjaja, lewat sambungan telepon dengan pengisi acara “Art for Humanity” tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas acara yang digelar tersebut.

“Memang untuk urusan kebencanaan ini kita harus bersatu-padu karena pemerintah tidak akan bisa menangani semuanya sendiri,” pintanya. (tra)