Kanker Payudara Ancam Kaum Perempuan di Gianyar

Pelaksanaan tes inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) kepada anggota Bhayangkari.(foto:yesi)

BBO.COM – Kanker payudara hingga saat ini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi perempuan. Terbukti, jumlah penderita  kanker payudara paling tinggi menempati urutan tertinggi, setelah sebelumnya kanker serviks mendominasi. Hal ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar.

Dokter spesialis bedah konsultan RSUD Sanjiwani Gianyar, dr. I Wayan Wawan Tirtayasa, sp.B.onk disela-sela kegiatan ceramah kesehatan dan  tes inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) kepada anggota Bhayangkari, bertempat di Klinik Kesehatan Polres Gianyar, Jumat (24/8/2018), mengatakan, jumlah pengidap kanker payudara hingga saat ini  terus meningkat, khususnya pada perempuan berusia diatas 40 tahun, yakni berkisar dua persen setiap tahunnya. “Penyebab meningkatnya penderita kanker payudara belum bisa dipastikan, namun terdapat beberapa faktor resiko yang harus menjadi peringatan bagi perempuan diantaranya masalah kebersihan, makanan, kurangnya aktivitas fisik, hingga penggunaan pil KB berlarut-larut.

Ditambahkan, sekitar 50 hingga 70 persen kanker payudara ditemukan sudah pada stadium tiga dan empat. Untuk itu pihaknya mengharapkan kesadaran bagi perempuan untuk melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), pemeriksaan klinis, dan mamografi. “Pemeriksaan dini harus rutin dilaksanakan setiap bulan, apalagi saat ini klinik pemeriksaan sudah disiapkan di Gianyar,” jelas dr. Wawan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ida Ayu Cahyani Widyawati, Mkes mengakui jika kanker payudara menjadi ancaman terbesar kaum perempuan. Sebelumnya kanker serviks mendominasi. “Khusus bahaya kanker serviks harus tetap menjadi perhatian kaum perempuan untuk segera melakukan pemeriksaan dini. Saat ini kami terus mensosialisasikan sampai ke pelosok desa bahkan menyediakan pelayanan mobil keliling pemeriksaan kanker yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” terang Dayu Cahyani.

Ditegaskan, kanker serviks bisa dicegah dan disembuhkan asalkan diketahui sejak stadium awal. Pendeteksian kanker bisa dilakukan dengan pemeriksaan pap smear, tes inspeksi visual dengan asam asetat (IVA). “Tes deteksi dini ini dapat dengan mudah dilakukan masyarakat, misalnya di klinik kesehatan maupun rumah sakit terdekat,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Enam Pejabat Utama Polresta Denpasar Dimutasi

Dalam kegiatan ceramah kesehatan yang dilaksanakan di Aula Polres Gianyar, juga dilaksanakan  tes inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) kepada ratusan ibu-ibu Bhayangkari bertempat  di Klinik Kesehatan Polres Gianyar bekerja sama dengan YKI Cabang Gianyar, didampingi langsung Ketua Bhayangkari Polres Gianyar, Ny. Dini Priyanto. (yes)