Terkait Bencana Gempa, Pemkab Gianyar Gelar Upacara Pemarisudha Jagat

Suasana pecaruan Pemarisudha Jadat di halaman Kantor Bupati Gianyar.(foto: yesiariska)

BBO.COM – Sehubungan terjadinya bencana alam gempa bumi yang beruntun akhir-akhir ini, Pemkab Gianyar menggelar  upacara pecaruan Pemarisudha Jagat di palinggih Padmasana dan halaman

Digelarnya upacara pemarisudha jagat ini dimaksudkan untuk menyucikan kembali bumi atau alam yang sudah cemer (kotor), sehingga wajib dilaksanakan upacara pecaruan atau tawur agung.

Seperti yang disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Bina Mental Setda Kabupaten  Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika, bahwa sesuai Sastra atau Lontar Roga Sangara Bumi, dalam kurun waktu lima tahun masyarakat di Bali wajib melaksanakan tawur agung yang disebut Panca Wali Krama yang dipusatkan di Pura Besakih.

Namun apabila terjadi bencana alam yang sifatnya insidental dan masyarakat Bali menginginkan kerahayuan jagat, maka sesuai yang tertuang dalam Lontar Roga Sangara Bumi dapat dilakukan beberapa jenis upacara keselamatan.

Lebih lanjut dikatakan, upacara penyucian bumi dilakukan sesuai dengan tingkatannya, yakni mulai dari upacara tingkat rumah tangga, desa/kecamatan , kabupaten/kota maupun tingkat provinsi. Upacara ditujukan pada para dewa, bhutakala, agar mau memaafkan ulah manusia dan menjadikan bumi ini suci dan bersih kembali.

“Tujuan dari upacara pecaruan ini yang paling penting adalah agar dijauhkan dari bencana alam dan jika pun sampai terjadi agar dampaknya dapat diminimalisir,” jelas Ngakan Jati  Ambarsika.

Ditambahkan pula, untuk di halaman atau natah Padmasana Kantor Bupati Gianyar pecaruan jenis manca warna, bebangkit, dan pakoleman di halaman Kantor Bupati Gianyar pecaruan jenis ayam brumbun sedangkan di Tugun Karang mecaru sarwa selem.

Sementara itu Ketua Pengurus Harian PHDI Kabupaten Gianyar I Nyoman Patra, mengaku salut atas kesigapan Pemkab Gianyar sudah mengambil inisiatif menggelar upacara pemarisudha jagat, mengingat fenomena terjadinya gempa secara terus menerus. Hal ini juga untuk mengantisipasi keresahan warga, karena dampak gempa ini cukup dirasakan oleh masyarakat di Gianyar.

BACA JUGA:  TPQ Daarul Qur'an Denpasar Wisuda 42 Santriwan dan Satriwati

Turut hadir dalam upacara persembahyangan yang dipuput Ida Pedanda Gede Wayahan Bun dari Gria Sanur Pejeng tersebut yakni  Sekdakab Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya,MM, dan para asisten Sekda, Wakil Ketua DPRD Gianyar Ketut Jata, anggota DPRD Gianyar, pimpinan OPD dan ASN  di lingkungan  Pemkab Gianyar.  (yes)