Semester I/2018 Terjadi 1.089 Kecelakaan di Bali, 229 Orang Meregang Nyawa

Ilustrasi tabrakan sesama pengendara sepeda motor.

BBO.COM – Kasus kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas pada semester 1 (Januari-2018) di Bali mengalami peningkatan sebesar 9 persen, yaitu 1.089 kejadian dibanding pada semester dua tahun 2017 yang hanya  999 kejadian.

Dari angka tersebut tercatat korban meninggal dunia 229 orang, luka berat 103, dan luka ringan 1.524 orang. Sementara pada semester dua tahun 2017, korban meninggal dunia mencapai 256 orang, luka berat 92 orang, dan luka ringan  1.385 orang.

Tingginya angka kecelakaan dan berlalu-lintas itu penyebab utamanya adalah akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu-lintas di jalan raya, demikian Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali AKBP Nyoman Sukasena dalam jumpa wartawan  di gedung Dit Lantas Polda Bali, Kamis (23/8/2018).

Dijelaskan, dari angka kecelakaan tersebut tercatat 77 persen merupakan pengendara sepeda motor, 11 persen mobil penumpang, 11 persen mobil barang, dan sisanya mobil bus dan mobil khusus.

Jumpa pers pengungkapan kasus kecelakaan lalu lintas oleh Dit Lantas Polda Bali. (foto : agw)

Pada semester satu tahun 2018, Kota Denpasar masih menjadi penyumbang tertinggi angka kecelakaan lalu lintas se Bali, dengan jumlah kecelakaan sebanyak 252 kasus, menyusul Kabupaten Buleleng 216 kejadian, Gianyar 206 kasus, Tabanan 111 kasus, Karangasem 97 kasus, Badung 87 kasus, Jembrana 57 kasus, Klungkung 43 kasus, dan Bangli 20 kasus.

Sementara pada semester dua tahun 2017, angka lakalantas di Kota Denpasar sebanyak 274 kejadian, disusul Kabupaten Buleleng 206 kejadian, Gianyar 174 kasus, Tabanan 85 kasus, Badung 72 kasus, Jembrana 62 kasus, Karangasem 57 kasus, Klungkung 36 kasus, dan Kabupaten Bangli 33 kasus.

Kendati demikian, diakui AKBP Nyoman Sukasena, kasus pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan dari 64.613 pada semester dua tahun 2017, menjadi 52.133 kasus pada semester satu tahun 2018.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Lakukan Peletakan Batu Pertama Pekerjaan Normalisasi Tukad Unda

“Dari pelanggaran tersebut, tindakan yang kami lakukan berupa tilang, namun ada juga hanya berupa teguran,” ucapnya. (agw)