Gubernur Pastika Minta Tokoh Perdamaian Dunia Diundang ke Bali

Gubernur Mangku Pastika saat menerima Panitia Gema Perdamaian 2018 di ruang kerjanya, Kamis (23/8/2018) (foto : ist)

BBO.COM – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, sudah saatnya peringatan gema perdamaian terdengar secara nasional bahkan global. Karena itu, ia mengusulkan panitia Gema Perdamaian 2018 agar mengundang tokoh perdamaian dunia untu turut hadir dalam perhelatan ini.

Pastika menambahkan, semua elemen masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi pariwisata sepatutnya juga bersyukur dengan adanya gerakan-gerakan yang mengingatkan akan pentingnya perdamaian.

“Kita harus akui bahwa pesan-pesan perdamaian seperti ini membuat kepercayaan wisatawan meningkat sehingga pemulihan lebih cepat seperti yang dulu terjadi pasca-Bom Bali,” ucapnya.

“Pesan perdamaian itu harusnya disampaikan setiap hari, karena perdamaian itu tujuan kita. Tidak ada yang menginginkan permusuhan. Kalaupun terjadi perang, ujungnya pasti untuk perdamaian,” kata Pastika saat menerima panitia Gema Perdamaian ke-16, di Denpasar, Kamis (23/8/2018).

Selanjuta ia mengajak dan mengingatkan masyarakat setempat untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian, di tengah fenomena semakin meruncingnya kemunculan paham-paham perbedaan.

Di tengah runcingnya perbedaan, mantan Kapolda Bali ini meyakini pesan-pesan perdamaian perlu disampaikan, bahkan dengan cara yang paling sederhana namun secara tulus dari hati. Lebih, lebih, lanjutnya, Bali sudah semakin dikenal sebagai pulau perdamaian.

“Di Universitas Udayana sudah ada Institute for Peace and Democracy yang menguatkan posisi kita sebagai pulau perdamaian dan demokrasi, Kawasan GWK pun diharapkan jadi markas World Cultural Forum,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Gema Perdamaian ke-16, Kadek Adnyana mengatakan, Gema Perdamaian tahun 2018 ini akan dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti lomba duta perdamaian, lomba film pendek, blog dan lomba berbasis digital lainnya.

“Kami harapkan nantinya ada duta perdamaian yang bisa menyebarkan pesan-pesan kedamaian ke dunia dari Bali,” kata Adnyana yang didampingi Steering Committee dan panitia lainnya.

Acara tahun ini juga akan dimeriahkan dengan sarasehan damai bersama para pengusaha di Bali dan puncaknya adalah kegiatan doa bersama pada 6 Oktober 2018 di Monumen Bajra Sandi, Denpasar. (agw)