Setelah Puluhan Tahun ‘Tenggelam’ Tari Joged Pingitan Tegenungan-Singapadu Kembali Bangkit

Tari Joged Pingitan Duta Kabupaten Gianyar saat tampil di Pesta Kesenian Bali ke-39, Taman Budaya, Art Center, Denpasar. (foto :ist)

BBO.COM  – Setelah puluhan tahun ‘tenggelam’ tari Joged Pingitan dari Banjar Tegenungan dan Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, kembali bangkit dalam ajang pesta seni budaya Bali Mandara Mahalango di Taman Budaya, Art Center, Denpasar.

“Kesenian Joged Pingitan sudah lama tenggelam, kami coba untuk bangkitkan kembali,” tutur Ketua Sekaa Joged Pingitan Tempekan Selat Singapadu, I Made Sukadana disela-sela pementasan di Taman Budaya, Art Center Denpasar, Selasa (21/8/2018) malam.

Kedua sekaa (sanggar) Joged Pingitan dari kedua daerah di Bumi Seni Gianyar, yakni Sekaa Seni Tabuh dan Tari Joged Pingitan, Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh dan Sekaa Joged Pingitan Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu mendapatkan kesempatan unjuk kebolehan setelah sekian lama tidak tampil di panggung.

“Kami diberikan fasilitas oleh para dosen dari Universitas Udayana dan ISI untuk membangkitkan seni tradisi Joged Pingitan di wilayah kami,” ujar Sukadana.

Kedua sekaa tersebut tampil dalam Bali Mandara Mahalango ke-5 dalam garapan gelar seni kerakyatan Joged Pingitan. Menurut pengakuan Sukadana, sekaa yang dipimpinnya baru bangkit tiga bulan ini, setelah sempat eksis di era 70-an.

“Sekaa joged kami sempat tampil di Taman Mini Indonesia (TMII) Jakarta tahun 1977 dan juga bubar di tahun yang sama karena ada konflik internal,” ungkapnya.

Konflik yang diakibatkan oleh kesalahpahaman antar-anggota sekaa yang membuat para anggotanya memutuskan untuk membubarkan sekaa agar konflik berhenti.

Kala itu, sekaa joged dari Desa Singapadu awalnya memiliki anggota sediki, namun saat diundang pentas di Taman Mini banyak yang ingin tampil dan di saat yang sama anggota sekaa justru membatasi jumlah anggota. Seketika, masyarakat pun geram dan akhirnya joged pingitan pun kelam dan tak pernah muncul lagi.

Penuturan yang sama juga disampaikan I Made Rodig yang menjadi pemimpin tabuh, yakni Sekaa Seni Tabuh dan Tari Joged Pingitan, Banjar Tegenungan. “Kami hanya sebatas tampil di pura awalnya, namun dengan adanya program seperti ini kami bisa menunjukkan bagaimana sejatinya Joged Pingitan,” ucapnya.

Sementara itu, antusiasme masyarakat menyaksikan kesenian kerakyatan yang berlangsung di Kalangan Madya Mandala Taman Budaya, Denpasar itu, terlihat cukup tinggi. (tra)