Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Pemkot Siagakan 50 Tenaga Kesehatan Hewan

Petugas periksa kesehatan hewan kurban sebelum disembelih pada Hari Idul Adha. (foto : ist)

BBO.COM – Hari Suci Idul Adha yang jatuh pada Rabu, 22 Agustus 2018 identik dengan menyembelih sapi dan kambing (hewan kurban). Terkait hal itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian dan UPT. Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar menghimbau masyarakat agar memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih.

Sesuai imbauwan dan surat edaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, diharapkan seluruh masyarakat turut memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih menjelang hari Suci Idul Adha, kata Kepala Dinas Pertanian Kota  Denpasar, I Gede Ambara Putra di Denpasar, Selasa (21/8/2018)

Bertalian dengan itu, sambung Ambara Putra, pihaknya telah turun ke lapangan untuk mengecek kesehatan hewan kurban. Pengecekan ini turut menyasar para pedagang hewan, 179 masjid dan mushola yang ada di wilayah kota Denpasar.

Dijelaskan, hingga H-1 pelaksanaan kurban, masih belum ditemukan hewan kurban yang sakit. Kendati demikian, pihaknya belum dapat memastikan bahwa hewan tersebut tetap sehat sampai hari pemotongan. Sehingga diperlukan pengawasan dalam bentuk pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem) sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan daging bagi masyarakat.

Untuk itu,  Ambara Putra menambahkan, dalam rangka menyambut Hari Suci Idul Adha, pihaknya telah menyiagakan 30 orang tenaga kesehatan hewan yang menangani pemeriksaan antemortem (hewan  sebelum disembelih) dan postmortem (hewan setelah disembelih).

Selain itu, pada perayaan Idul Adha tahun ini Distan Kota Denpasar dibantu 150 mahasiswa kedokteran hewan dari Universitas Udayana.

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, Kepala UPT. RPH Kota Denpasar, I Gede Nyoman Wiratanaya menjelaskan bahwa RPH Kota Denpasar dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan jelang hari besar keagamaan, senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih.

BACA JUGA:  DPC AAI Denpasar Buka Pusbakum bagi Masyarakat Kurang Mampu

“Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi,” demikian Wiratanaya. (tra)