515 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa di Lombok, Butuh Dana Sekitar Rp7,7 Triliun untuk Pemulihan

Gempa di Lombok. (foto : Merdeka.com)

BBO.COM – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pihaknya mencatat ada ratusan orang yang meninggal dunia akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Karena sejak Minggu (5/8/2018) lalu hingga Selasa (21/8/2018) pukul 09.00 WIB, Lombok mengalami gempa susulan sebanyak 1.005 kali yang mengakibatkan 515 orang meninggal dunia.

“Korban meninggal sampai dengan hari ini total 515 korban meninggal dunia, dengan rincian 513 di wilayah Nusa Tenggara Barat dan dua di Kota Denpasar, dari (29/7) lalu hingga (19/8/2018) kemarin,” katanya di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2018).

Selain itu, dia menyebutkan, sebanyak 7.145 orang mengalami luka-luka akibat reruntuhan puing. Lalu, untuk jumlah pengungsi sendiri dari Minggu (29/7) lalu hingga (5/8) kemarin, tercatat sebanyak 431.416 orang.

“Sementara, sebanyak 73.843 rumah dan 798 fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas, dan rumah peribadatan mengalami kerusakan,” ujarnya.

Selain itu, Sutopo menyebut hasil hitung cepat itu berdasarkan lima sektor, yakni pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor. Hal itu yang dianggap dana milik BNPB belum mencukupi untuk menutupi kerugian tersebut.

Oleh karena itulah, dalam hal ini pemerintah pusat ikut membantu pemerintah daerah dalam mencukupi kekurangan dana tersebut. Namun untuk masalah kerugiannya sendiri, BNPB masih melakukan perhitungan.

“Paling banyak sektor pemukiman hampir 65 persen (rusak). Saat ini berdasarkan hasil kerugian kita masih melakukan perhitungan berapa yang harus dikeluarkan untuk pemulihan. Perkiraan kebutuhannya sekitar Rp 7,7 triliun. Kalau ada yang rusak ya nanti kita hitung lagi,” tutupnya. (tra/itn)

BACA JUGA:  Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Mati 3 Pelaku Curanmor di Surabaya