Polda Bali Bekuk Pelaku Skimming Asal Bulgaria

Warga negara Bulgaria, Tsvetanov Radoslav Ivanov (kaos biru) pelaku skimming yang ditangkap
Ditreskrimsus Polda Bali. (foto : agw)

BBO.COM – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali mengungkap kasus pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal (skimming).

“Pelakunya warga asing asal Bulgaria bernama Tsvetanov Radoslav Ivanov. Dia kami tangkap saat beraksi di sebuah mesin ATM yang ada di daerah Ubud,” terang Wadirreskrimsus Polda Bali AKBP Ruddy Setiawan, Senin (20/8/2018).

Pengungkapan kasus berawal dari laporan pihak Bank Mandiri tentang adanya transaksi mencurigakan yang dilakukan orang asing. Tim gabungan Unit Cyber Crime Dit Reskrimsus bersama Satgas CTOC Polda Bali kemudian melakukan penyelidikan.

Pada hari Selasa (14/8/2018) sekitar pukul 02:30 Wita dini hari, pelaku ditangkap saat beraksi di ATM yang berada di SPBU Pengosekan, Ubud dengan dipimpin Kanit Cyber Crime Polda Bali Kompol I Wayan Wisnawa Adi Putra.

“Modusnya yakni dengan memasang sebuah alat modifikasi dipenutup keypad atm. Alat tersebut berisi hiden camera yang merekam nomor pin korban. Setelah itu data pin milik korban dipindah ke kartu lain. Kartu tersebut kemudian dipakai menguras uang korban,” terang AKBP Ruddy.

Dari tangan tersangka yang sudah 7 bulan berada di Bali ini, petugas mengamankan berbagai alat seperti puluhan kartu magnetik untuk menyalin data, pasport, uang diduga hasil kejahatan, serta barang bukti lain.

Terkait pelaku skimming yang beraksi di Indonesia khususnya di Bali lebih banyak dilakukan warga negara asing (WNA) asal Bulgaria, Turki dan Rusia, Wadirkrimsus menegaskan jika pelaku kejahatan bisa berasal dari mana saja.

“Tidak bisa terus kita katakan bahwa pelaku kejahatan terutama pelaku skimming berasal dari negara tertentu. Mungkin secara kebetulan saat ini pelaku berasal dari eropa timur. Pelaku pencurian data milik nasabah Bank asal Indonesia juga banyak, cuma mungkin modusnya berbeda.

BACA JUGA:  Curi Ratusan Daster, Karyawan Garment Dijebloskan ke Penjara

Dari beberapa kali pengungkapan, jika pelakunya warga Indonesia modusnya adalah mengganjal lubang kartu mesin atm menggunakan potongan plastik, atau dengan alat-alat lain,” tutup Wadir Ruddy. (agw)