Mantan Pramugari Maskapai Ternama Diganjar Hukuman 2,5 Tahun Penjara

Terdakwa mantan pramugari, Michelle Merri Loisa divonis hukuman 2,5 tahun penjara. (foto : ist)

BBO.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, menjatuhkan hukuman dua setengah tahun penjara kepada terdakwa Michelle Merri Loisa (28), mantan pramugari salah satu maskapai ternama di Indonesia.

Ketua Majelis Hakim PN Denpasar, Ketut Tirta di Denpasar, Senin (20/8/2018), menyatakan terdakwa terbukti sah dan meyakinan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I, jenis abu-sabu, kokain dan dumolid.

“Terdakwa bersalah melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika sehingga dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara,” kata hakim.

Vonis majelis hakim itu, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dalam sidang sebelumnya yang menuntut terdakwa hukuman tiga tahun penjara.

Hakim menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Mendengar vonis hakim tersebut terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya Made Suardika Adnyana menyatakan menerima putusan hakim, namun jaksa menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

Dalam sidang sebelumnya terungkap bahwa terdakwa ditangkap anggota Kepolisian Sektor Kuta, Kabupaten Badung, Bali, di kediamannya Perumahan Aneka House, Jalan Gunung Lumut, Denpasar Barat pada 24 Februari 2018.

Di dalam rumah terdakwa, petugas menemukan satu paket sabu seberat 0,12 gram dan dua paket kokain masing masing seberat 0,34 gram dan 0,03 gram serta empat butir dumolid, pada pernak-pernik hiasan di dalam kamarnya. (pol)