Dua Gajah Ikut Ramaikan Perayaan HUT Proklamasi

Gajah Sumatera ikut ramaikan HUT Proklamasi (foto : Merdeka.com).

BBO.COM –¬†Perayaan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Kota Stabat, Langkat, Sumut, Jumat (17/8/2018), dimeriahkan dua ekor gajah sumatera. Keduanya ikut dalam pawai yang digelar Pemkab Langkat.

Gajah sumatera yang ikut pawai yakni Sari (42) dan Ardana (51). Kedua satwa terlatih itu selama ini bertugas di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Mereka selalu hadir di setiap pawai perayaan HUT Kemerdekaan RI di Langkat.

“Pawai ini agenda tahunan ya, kita ikut berpartisipasi,” kata Sudiono, koordinator gajah TNGL.

Kehadiran kedua gajah menambah meriah HUT Kemerdekaan di Stabat. Mereka jadi pusat perhatian sejak persiapan pawai.

Warga antusias melihat kehadiran kedua gajah di sela pawai yang juga diramaikan barisan peserta mengenakan busana adat, pelajar, dan perwakilan sejumlab instansi. Rombongan bergerak dari Lapangan Amir Hamzah, lalu melintasi jalan-jalan utama di Kota Stabat, sebelum kembali ke Lapangan Amir Hamzah.

Saat melintasi podium kehormatan di Jalan Proklamasi, gajah bernama Sari sempat menyerahkan bendera merah putih kepada Bupati Langkat, Ngogesa Sitepu. Aksinya disambut tepuk tangan meriah.

Warga mengaku senang dan antusias dengan kehadiran kedua gajah itu. “Ya senang, terutama anak anak bisa melihat gajah yang jarang jarang ya. Maunya jumlahnya ditambah,” kata Lilik Rahayu, warga Stabat, Langkat.

Gajah bernama Sari dan Ardana ditemukan di hutan Aceh 1993. Setelah mendapat pelatihan di Aceh, pada 2004 keduanya ditempatkan di Conservation Respons Unit Tangkahan. Tugasnya membantu menjaga tapal batas TNGL dari para perambah liar. Mereka juga kerap membantu mengatasi konflik antara gajah liar dengan masyarakat.

“Tugas gajah ini menjaga TNGL dari perambah ilegal dan membantu jika ada konflik gajah dengan masyarakat, patroli rutin Jumat tapi jika ada laporan masyarakat siap bergerak,” jelas Sudiono, dilansir Merdeka.com.

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Didorong Buat Perda Pemajuan Kebudayaan

Saat ini, terdapat 9 ekor gajah sumatera jinak di Conservation Respons Unit Tangkahan. Enam di antaranya dewasa, sedangkan tiga lainnya masih bayi.