Indonesia Tawarkan Kerja Sama Produksi Vaksin Kepada Yordania

Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto dan Menteri Kesehatan Yordania, Assayeh Mahmoud Al-Seyyab (foto : Indonews.id)
Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto dan Menteri Kesehatan Yordania, Assayeh Mahmoud Al-Seyyab (foto : Indonews.id)

BBO.COM – Pemerintah Indonesia menawarkan kerja sama produksi vaksin kepada pemerintah Yordania, demikian disampaikan dalam keterangan tertulis dari KBRI Amman yang diterima di Jakarta, Rabu (15/18/2018).

Tawaran kerja sama itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Yordania Andy Rachmianto kepada Menteri Kesehatan Yordania, Assayeh Mahmoud Al-Seyyab saat berkunjung ke kantor Menkes Yordania di Amman.

Kunjungan kehormatan Dubes RI itu bertujuan untuk membahas perluasan kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Yordania, termasuk perkembangan pembahasan Nota Kesepahaman Kerja Sama Kesehatan antara kedua negara yang masih dalam tahap pembahasan.

Dubes Andy menyampaikan bahwa “counter draft” Pemerintah Yordania atas nota kesepahaman kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Yordania saat ini masih dibahas oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.

Tanggapan atas “counter draft” nota kesepahaman tersebut diharapkan dapat segera disampaikan sehingga Nota Kesepahaman Kerja Sama Kesehatan RI-Yordania dapat segera disepakati.

Terkait kerja sama kesehatan, Dubes RI mengajak Menteri Kesehatan Yordania untuk terus mendorong perluasan kerja sama kesehatan antara kedua negara.

Pada Desember 2017, pemerintah Indonesia dan Yordania telah menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang Pengawasan Makanan dan Obat, yang melibatkan BPOM RI dan Jordan Food and Drug Administration (JFDA).

Kerja sama tersebut merupakan kerja sama bilateral pertama di bidang pengawasan makanan dan obat. Selain kerja sama tersebut masih terdapat potensi yang besar untuk memperluas cakupan kerja sama kesehatan di bidang lain, misalnya produksi vaksin.

Dubes Andy menekankan bahwa kedua negara dipandang dapat memperoleh keuntungan yang besar dan saling menguntungkan melalui kerja sama pembuatan vaksin.

Hingga saat ini Pemerintah Yordania belum memiliki industri vaksin sehingga kebutuhan vaksin dalam negerinya masih sangat bergantung pada produk vaksin impor. Di sisi lain, Indonesia memiliki industri farmasi yang mampu memproduksi vaksin dan telah mengembangkan kerja sama pembuatan vaksin dengan berbagai negara.

Dubes Andy pun menyampaikan bahwa penjajakan awal kerja sama pembuatan vaksin antara kedua negara akan dimulai pada September 2018 mendatang. (itn/ant)