Dalam 6 Bulan, Polda Bali Tangani 593 Kasus Peredaran Narkoba

Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba oleh Polda Bali dan jajaran di Mapolda, Kamis (16/8/2018).

BBO.COM – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Derah (Ditresnarkoba Polda) Bali bersama jajarannya di bawah, berhasil menangani 593 kasus peredaran narkoba selama enam bulan, terhitung mulai Januari hingga Juni 2018.

“Penanganan kasus ini sebagai bukti bahwa Kepolisian Daerah Bali serius dalam pemberantasan segala peredaran narkoba dan obat terlarang lainnya,” ujar Direktur Resnarkoba Polda Bali, Kombes Pol Gunarso di Polda Bali, Denpasar, Kamis (16/8/2018).

Dari total 593 kasus pernyalahgunaan dan peredaran ‘barang haram’ tersebut, sudah dilimpahkan kepada kejaksaan sebanyak 448 kasus dan 105 kasus masih dalam proses penyidikan.

“Untuk total tersangkanya ada 672 orang yang terdiri atas 572 orang laki-laki, 85 orang perempuan dan warga asing 15 orang,” beber Kombes Gunarso.

Apabila dibandingkan jumlah tangkapan kasus narkoba pada periode yang sama tahun 2017 lalu, angka ini mengalami peningkatan 104 persen, demikian pula pada periode yang sama tahun 2016 yang hanya 572 kasus.

“Saat ini kami terus menyelidiki pengedar dan pengguna narkoba lainnya karena masih diduga ada bandar lainnya yang masih belum tertangkap. Untuk penangkapan 15 warga asing rata-rata berasal dari Rusia dan Belanda,” terangnya.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan petugas terdiri dari 760 gram ganja, 22 pohon ganja, 8,32 gram beroin, 424 gram hasis, 23 gram morfin, 6,6 kilogram sabu-sabu yang jika dirupiahkan menjadi Rp10 miliar lebih. Kemuian, 5.449 butir pil ekstasi, 1.974 gram kokain, 56 butir pil heppy five, 4,1 gram MDMA, 48.31 gram mushroom, 1,2 kilogram tembakau gorila, 14.135 butir obat daftar G.

Menurut Kombes Gunarso, meningkatknya peredaran dan penggunaan narkoba di Bali antara lain disebabkan banyaknya tempat hiburan malam yang menawarkan barang terlarang itu, karena penggunnanya juga cukup banyak. (agw)

BACA JUGA:  Kehabisan Uang saat Liburan di Bali, Turis Australia Nekat Curi Barang di Villa