Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Diperkirakan Capai Puluhan Ribu Orang

Jokowi-Ma’ruf Amin (foto : Merdeka.com)

BBO.COM – Partai politik koalisi pengusung capres-cawapres tengah sibuk menggodok tim pemenangan. Sampai saat ini kedua kubu baik pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno maupun Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin belum menetapkan ketua tim pemenangan.

Terkait jumlah tim pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf, jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Banyaknya jumlah tim pemenangan ini karena sembilan parpol koalisi akan mengerahkan calegnya di seluruh Indonesia untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Hal ini disampaikan Sekjen PPP, Arsul Sani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan. Arsul mengatakan pada level inti, tim pemenangan terdiri dari satu orang ketua, lima orang wakil ketua, satu orang sekretaris dan lima orang wakil sekretaris.

“Selebihnya itu kan level eksekutor, level kerja. Yaitu direktorat yang berjumlah 11,” jelasnya, Selasa (14/8/2018).

Pada level inti ini, tim berjumlah sekitar 50 sampai 70 orang. Selebihnya ialah tim pemenangan yang merupakan pelaksana di lapangan yang jumlahnya puluhan ribu orang.

“Bukan lagi ratusan, ribuan malah. Karena nanti seluruh caleg dari partai koalisi itu akan menjadi tim pemenangan. Kalau satu partai mulai DPR RI sampai dengan kabupaten/kota itu kan rata-rata antara 15 ribu sampai 20 ribu, ya itulah jumlah tim pemenangannya,” terangnya.

Mengenai penunjukan jubir, salah satunya Farhat Abbas yang dinilai sebagai tokoh kontroversial, Arsul mengatakan ada dua sasaran penunjukan jubir. Sasaran pertama sebagai jubir via media. Sasaran kedua ialah sebagai jubir koalisi Indonesia Kerja yang menyasar masyarakat sipil yang disesuaikan dengan profesi masing-masing jubir.

Dengan banyaknya jubir yang dilibatkan, pihaknya tak khawatir akan muncul bias informasi. Karena semua jubir telah diberikan pelatihan.

“Paling tidak itu untuk meminimalisir. Nanti setiap minggu kami akan mengadakan gathering untuk meng-update informasi dan menganalisis juga apa yang dikembangkan oleh kubunya Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno, isu-isu apa, sehingga jawabannya itu tentu dengan artikulasi yang berbeda tapi mestinya secara materi harusnya sama,” paparnya. (itn)

BACA JUGA:  Pria ini Shock Mengetahui Sang Istri Meninggal dalam Perjalanan Setelah Jatuh dari Sepeda Motor