Pelaku Penggelapan Sertifikat Rp20 Miliar Disidangkan

Ilustrasi persidangan di pengadilan.

BBO.COM – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali, menyidangkan terdakwa Iwan Darmadi Wangsa (62), karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu menguasai sertifikat hak milik (SHM) tanah milik korban I Wayan Sudina (almarhum) yang mengakibatkan ahli warisnya mengalami kerugian Rp20 miliar.

“Perbuatan terdakwa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang satu unit sertifikat hak milik Nomor 841 Desa Lukluk atas sebidang tanah milik Wayan Sudina (almarhum) atau ahli warisnya Tri Wahyuni Sudina (istri Wayan Sudina),” kata Jaksa Penuntut Umum I Dewa Gede Anom, di PN Denpasar, Senin (13/8/2018).

Perbuatan terdakwa berawal dari adanya transaksi jual beli antara terdakwa selaku pemilik tanah seluas 4.250 meter persegi kepada Wayan Sudiana yang selaku pembeli tanah dengan harga Rp7 miliar pada 8 Juli 2014.

Antara terdakwa dan korban (Sudina) sudah dibuatkan akta perjanjian jual beli Nomor 114 Tahun 2014, pada 17 Juli 2014 dari atas nama Iwan Darmadi kepada I Wayan Sudina, sehingga terbitlah sertifikat hak milik Nomor 841/Desa Lukluk atas nama Wayan Sudina.

Berselang beberapa lama kemudian, terdakwa menyampaikan kepada Wayan Sudina (korban) bahwa ada calon pembeli tanah korban dengan harga tinggi, sehingga terdakwa meminjam kembali sertifikat tanah itu untuk meyakinkan kepada calon pembeli itu.

Korban bersedia meminjamkan sertifikat yang asli dengan syarat harus ada tanda terima tertulis kepada terdakwa bahwa sertifikat hak milik (SHM) tanah Nomor 841 Desa Lukluk (korban) itu hanya dititip kepada terdakwa.

Kemudian, antara korban dan terdakwa terjadi pertemuan di sebuah warung makan di Denpasar untuk membuat tanda terima di atas materai bahwa SHM tanah korban menitipkan kepada terdakwa.

Namun, dalam pelaksanaannya hingga 8 Januari 2016 tidak ada kepastian dari terdakwa kepada korban atau ahli waris (Tri Wahyuni Sudina) apakah tanah milik Wayan Sudina sudah laku terjual atau tidak.

BACA JUGA:  Pecatan TNI Terlibat Sindikat Pelaku Curanmor

Hingga, korban Wayan Sudina meninggal dunia, terdakwa tidak pernah memberitahukan kepada ahli waris Tri Wahyuni keberadaan SHM tanah itu, bahkan terdakwa menguasai dan mengakui bahwa SHM tanah Nomor 841 Desa Lukluk beserta tanahnya adalah milik terdakwa.

Ahli waris korban, sempat melayangkan dua kali somasi pada 3 Februari 2017 dan pada 9 Februari 2017, namun tidak digubris terdakwa, sehingga ahli waris melaporkan kejadian itu ke polisi. (pol)