Mantan Pramugari Diganjar Hukuman Tiga Tahun Penjara

Mantan pramugari salah satu Maskapai terbesar di Indonesia, Michelle Merri Loisa (28) dijatuhi hukuman tiga tahun oleh PN Denpasar (foto : ist)

BBO.COM – Michelle Merri Loisa (28), mantan pramugari di salah satu perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia dituntut hukuman tiga tahun penjara terkait penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu, kokain dan dumolid.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (13/8/2018), menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I.

“Terdakwa melanggar Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika sehingga dijatuhi tuntutan selama tiga tahun penjara,” kata JPU dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Ketut Tirta itu.

Jaksa menilai perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Mendengar tuntutan jaksa itu, terdakwa sempat menangis dalam persidangan dan mengajukan pembelaan secara lisan melalui penasihat hukumnya Made Suardika Adnyana.

Terdakwa memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim dan menyesali perbuatannya. “Mohon majelis hakim memberikan hukuman ringan kepada terdakwa karena terdakwa sebagai penyalahguna narkoba,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya terungkap bahwa terdakwa Michelle Merri Loisa (28) ditangkap anggota Kepolisian Sektor Kuta, Kabupaten Badung, Bali, di kediamannya Perumahan Aneka House, Jalan Gunung Lumut, Denpasar Barat, pada 24 Februari 2018.

Di rumah terdakwa, petugas menemukan satu paket sabu-sabu seberat 0,12 gram dan dua paket kokain masing masing seberat 0,34 gram dan 0,03 gram serta empat butir dumolid, pada pernak-pernik hiasan di dalam kamarnya. (pol)