Diduga Peras Pengusaha Speed Boat, Polda Bali Amankan Dua Warga Jungut Batu

Operasi tangkap tangan (ilustrasi)

BBO.COM – Kepolisian Daerah Bali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang bernama IMS (47) dan IWM (36) atas dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengelola speed boat di Desa Jungut Batu, Nusa Penida, Klungkung.

“IMS mengaku dari Desa Adat Jungut Batu, sedangkan IWM merupakan dari pihak yang menyerahkan uang,” terang sumber di lapangan, Selasa (14/8/2018).

Masih kata sumber, awalnya Dit Polair Polda Bali mendapat informasi bahwa ada sekelompok orang yang mengatasnamakan dari pihak Desa Adat Jungut Batu melakukan pungutan liar kepada pengelola speed boat penyeberangan yang beroperasi di desa Jungut Batu.

Personil Sie Lidik Subdit Gakkum Dir Polair Polda Bali kemudian melakukan penyelidikan dan mendapat informasi bahwa akan ada pembayaran oleh pengelola Scoot Fast Cruises di kantor Scoot Fast Cruises jalan Hang Tuah nomor 27, Sanur Kaja, Denpasar Selatan kepada IMS, Minggu (12/8/2018) sekitar pukul 15:30 Wita.

“Saat keduanya bertransaksi langsung dilakukan tangkap tangan. Barang buktinya uang sebesar Rp10 juta. Mereka langsung diamankan ke kantor Dit Pol Air Polda Bali untuk penanganan selanjutnya,” beber sumber yang mewanti-wanti namanya tidak ditulis.

Informasi yang dirangkum Koran Metro di lapangan menyebutkan, sebelum tertangkap tangan, IMS sudah menerima uang sebesar Rp20 juta dari kesepakatan awal dengan pihak perusahaan. “Uang yang diminta sebesar Rp30 juta. Pembayaran dilakukan dua kali, pertama Rp20 juta, dan pada saat ditangkap Rp10 juta,” ungkap petugas.

Aksi pungli yang dilakukan IMS sendiri dikabarkan sudah berlangsung cukup lama dan nilainya mencapai Rp10 miliar lebih. Lantaran dianggap tidak ada transparansi pengelolaan, puluhan warga setempat geram dan sudah berupaya melapor ke pihak berwajib, namun belum ada tindakan apapun.

BACA JUGA:  Olah Tanaman Kratom Mirip Narkotika, Bule Australia Diringkus Polisi

Sementara pada saat melakukan operasi tangkap tangan, petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp10 juta, 1 lembar kwitansi tanggal 9 Agustus 2018 an. IMS senilai Rp30 juta, 1 buah tas slempang warna hitan sebagai tempat uang, 1 lembar KTP an. IMS, 1 unit mobil Daihatsu Terios dan 1 unit handphone merk Oppo.

Direktur Direktorat Pol Air Polda Bali Kombes Pol. Sukandar belum bisa dikonfirmasi terkait OTT yang digelar. Bahkan pesan singkat yang dikirim oleh Koran Metro tidak dibalas. (agw)