Pemkot Mataram Catat Lima Tewas Usai gempa 8,3 SR

Gempa NTB. (foto : Reuters)

BBO.COM – Sebanyak lima orang tewas usai gempa susulan berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dengan demikian, total korban gempa bumi di Kota Mataram tercatat sebanyak 11 orang,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Jumat (10/8/2018).

Kelima korban tewas itu yakni, Erna Wati (47) dari Lingkungan Karang Baru, meninggal karena tertimpa bangunan kanovi, Hj Maemunah (70) dari Lingkungan Tembelok dan Ni Luh Renpi dari Lingkungan Dasan Sari meninggal karena serangan jantung.

“Hj Maemunah dan Ni Luh Renpi ini mengalami syok karena gempa susulan 6,2 SR,” katanya.

Sementara dua korban lainnya, yakni Anisa (70) dari Lingkungan Pengempel dan Zulhadi (35) dari Lingkungan Dasan Sari meninggal karena tertimpa tembok.

“Pemerintah kota, tetap akan memberikan santunan bela sungkawa bagi keluarga korban yang ditinggalkan seperti halnya enam korban gempa bumi 7,0 SR,” katanya.

Eko mengatakan gempa susulan itu menyebabkan jumlah pengungsi di Kota Mataram bertambah hingga 50 persen.

Di mana dari 39.000 jiwa lebih, menjadi 66.674 jiwa, para pengungsi ini sebagian karena rumahnya rusak, tetapi rata-rata warga yang mengungsi karena mereka tidak berani kembali ke rumah pascagempa.

“Tetapi memang kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak berada di dalam rumah, jadi mau tidak mau mereka berada di luar rumah,” katanya.

Namun, seperti diberitakan Antara, pengungsi tersebut bukan mereka yang rumahnya runtuh karena gempa.

“Kalau pengungsi di Mataram hanya untuk penyelamatan sementara, sehingga jumlah pengungsi di malam hari meningkat signifikan,” katanya. (itn)

BACA JUGA:  Jokowi Yakinkan Persahabatan dan Jalinan Silaturahmi dengan Prabowo Tak Pernah Putus