Pasca Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Distribusi LPG di Bali Kembali Normal

Pendistribuisian LPG 3 Kg

BBC.COM – Pihak PT. Pertamina (Persero) menyebutkan pendistribusian LPG di Bali sudah mulai pulih setelah sempat mengalami keterlambatan pasokan selama sekitar tiga minggu terakhir akibat cuaca buruk di perairan Bali yang menyebabkan gelombang tinggi.

“Seiring dengan waktu dan cuaca yang sudah mulai membaik, saat ini kami sudah memasuki tahap pemulihan. Kapal sudah mulai bisa sandar secara normal dan pola pasokan normal sudah bisa dijalankan kembali,” kata perwakilan Pertamina Pemasaran Bali Rainier Axel Gultom di Denpasar, Kamis (9/8/2018)

Rainier yang membidangi penjualan LPG di Bali itu menjelaskan selama masa pemulihan, pihaknya mengadakan pasar murah LPG 3kg serentak pada Kamis ini di seluruh kecamatan di Pulau Dewata.

Harga per tabung untuk LPG menyerupai melon tersebut dalam pasar murah dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi di Bali yakni Rp14.500.

Pertamina mencatat rata-rata penyaluran produk LPG subsidi 3kg sebanyak 630 metrik ton per hari dan “bright gas” 5,5 kg dan 12 kg sebesar 40 metrik ton per hari.

Sebelumnya cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir turut memengaruhi distribusi gas minyak cair itu karena gelombang tinggi di perairan Bali yang sempat mencapai 4-6 meter berdasarkan prakiraan BMKG. Kondisi ini menyebabkan kapal pengangkut LPG beberapa kali gagal sandar di Depo LPG Manggis, Karangasen, meski saat itu kapal sudah berlabuh.

“Pertimbangan syarat keamanan dalam proses sandar dan bongkar muatan tidak memungkinkan kapal LPG tersebut untuk mendekat karena ombak dan arus yang keras,” demikian Rainer, seraya menambahkan untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina  menjalankan pola penyaluran darurat dengan mengalihkan pengisian tangki LPG atau skid tank melalui Depo LPG Banyuwangi. (tra) 

BACA JUGA:  Mufidah Jusuf Kalla Didapuk Sebagai Ibu Kerajinan Indonesia