Kemenkeu Ajak Masyarakat Bali Investasi SUN Ritel

foto : ilustrasi

BBO.COM – Kementerian Keuangan mengajak masyarakat di Bali berinvestasi pada instrumen surat utang negara (SUN) ritel seri SBR-004 karena dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara dan membantu menutupi defisit anggaran sehingga pembangunan tetap terjaga.

“Selama ini investor SUN itu korporasi, sekarang kami ingin lebih melibatkan individu,” kata Kepala Sub-Direktorat Hubungan Investor Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan I Gede Yuddy Hendranata dalam edukasi dan sosialisasi investasi SUN ritel di Denpasar, Kamis.(9/8/2018).

Kementerian Keuangan, kata dia, mulai melakukan penawaran SUN itu kepada masyarakat yang bisa diakses juga dalam jaringan atau “online” mulai 20 Agustus hingga 13 September 2018.

Instrumen investasi yang mirip deposito itu, kata dia, dapat dibeli melalui sejumlah bank di antaranya BRI, Mandiri, BNI, BCA, BTN, dan Permata serta perusahaan efek Trimegah Sekuritas.

Selain itu juga diperoleh di perusahaan efek khusus Bareksa dan Tanamduit serta perusahaan berbasis aplikasi Investree dan Modalku. Pejabat asal Bali itu menambahkan untuk seri SBR memiliki bunga mengambang tergantung suku bunga acuan Bank Indonesia 7 Days Repo Rate.

Meski demikian, lanjut dia, investor tetap bisa mendapatkan tingkat bunga minimum atau ada batas bawah jika suku bunga BI menurun. Investor, kata dia, dapat mencairkan dalam tempo satu tahun tetapi sekitar 50 persen dan tidak ada penalti.

“Ini merupakan instrumen investasi yang minim risiko, bunga lebih tinggi dibandingkan deposito dan ada jaminan dari negara tanpa batasan dan syarat,” terang dia.

Untuk diketahui, sebelumnya Kemenkeu telah mengeluarkan seri SBR-003 yang berhasil meraup Rp1,9 triliun atau hampir dua kali lipat dari pagu indikatif Rp1 triliun. Seri sebelumnya itu, kata dia, mendatangkan sebanyak 5.683 investor baru dan 10.668 investor terdaftar dengan rata-rata volume pemesanan investor mencapai Rp252 juta. (yes)

BACA JUGA:  Gubernur Koster Ingatkan Pengelolaan Koperasi harus Transparan dan Akuntabel