DPR Apresiasi Pengungkapan Pabrik Sabu Senbilai Rp11 Miliar

Pabrik sabu di Cipondoh, Tagerang.(foto : Merdeka.com)

BBO.COM – DPR mengapresiasi polisi membongkar dua kasus besar peredaran narkoba salah satunya di Perumahan Metland, Jalan Katelia Elok No 12B, kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. 500 gram sabu siap edar dan 1 kilogram sabu setengah jadi berkualitas impor itu diketahui milik Antonius Wongso (56).

“Ini membuktikan keseriusan jajaran Polres khususnya Satuan Narkoba di bawah kepemimpinan Kapolres Kombes Hengki Haryadi, untuk memerangi narkoba,” kata Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Menurut dia, acungan jempol terhadap kinerja Polres Jakarta Barat membongkar pabrik sabu rumahan ini tak lepas dari kekhawatiran semakin tingginya penyalahgunaan narkoba. Tak hanya menargetkan anak kecil sebagai pecandu, jaringan narkoba bahkan menjadikan pelajar di sekolah dasar sebagai bandar atau pengedar.

Politisi Partai NasDem ini menambahkan, terlebih Indonesia selama ini juga dikenal bukan hanya sebagai surga narkoba karena besarnya potensi pemakai, tapi juga telah mulai menjadi negara memproduksi narkoba.

“Pengungkapan pabrik sabu rumahan oleh Polres Jakarta Barat ini sekaligus membuktikan komitmen kita atas perang terhadap narkoba,” tegas Sahroni.

Sebelumnya, Polres Jakarta Barat pada Rabu ini merilis pengungkapan pabrik rumahan sabu-sabu yang berlokasi di Perumahan Metland Jl Kateliya Elok II Nomor 12 B, Cipondoh, Kota Tangerang. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, menyebutkan terbongkarnya pabrik sabu rumahan tersebut berdasarkan informasi serta kecurigaan masyarakat yang resah terhadap aktivitas pelaku.

Selain menyita barang bukti berupa hasil produksi sabu yang baru setengah jadi sebanyak 1 kilogram, dan 500 gram sabu siap edar serta sejumlah bahan peracik Sabu, polisi turut mengamankan seorang tersangka berinisial AW alias Phengcun. Phengchun yang merupakan pemilik sekaligus pembuat Narkoba Jenis Sabu yang telah menjalankan aksinya sejak Mei 2017 lalu. Diperkirakan pelaku dapat memproduksi sabu sebanyak 10 hingga 15 kg, dengan omset miliaran rupiah.

BACA JUGA:  Embat Handphone Penghuni Kos, Saiful Meringkuk di Sel Polresta Denpasar

“”Meski produksi rumahan, kualitas sabu yang dihasilkan sama dengan kualitas impor, seperti 30 kg sabu yang ditangkap sebelumnya oleh Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat,” ujarnya.

Sebelumnya Polres Jakarta Barat Senin (6/8) lalu, merilis pengungkapan jaringan narkoba Indonesia-Malaysia dengan barang bukti 30,370 kg sabu-sabu yang dikendalikan oleh seseorang narapidana di lembaga pemasyarakatan.

Selain narkoba jenis sabu seberat 30,370 Kg, polisi dalam kasus ini mengamankan beberapa barang bukti seperti dua mobil, satu sepeda motor, tiga rekening, 8 ponsel, dan uang senilai Rp 2,3 miliar. (itn)