Polresta Denpasar Amankan 1 Kg Sabu dan 3.132 Butir Ekstasi

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menunjukkan sabu dari tangan pengedar. (foto : agw)

BBO.COM – Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar mengamankan satu kilogram sabu dan 3.132 butir ekstasi dari tangan seorang pengedar narkoba bernama Mega (24).

“Sabu dan ribuan butir ekstasi baru diambil tersangka di sebuah tempat daerah Ubung,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo dalam keterangannya, di Denpasar, Selasa (7/8/2018).

Kombes Hadi menerangkan, Sabtu (4/8/2018) sekitar pukul 19:30 Wita, anggota Sat Resnarkoba Polresta Denpasar tengah melakukan penyelidikan terhadap pengedar narkoba di sekitar Pemecutan Kaja, Denpasar Barat.

Disaat bersamaan petugas melihat seorang laki-laki dengan gerak gerik mencurigakan melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Cokroaminoto, Denpasar Barat.

“Anggota kemudian melakukan pembuntutan namun kehilangan jejak saat berada di Cokroaminoto. Petugas lalu menyanggong di beberapa titik jalan Cokroaminoto. Tak berapa lama, orang tersebut melintas dan kembali dikejar oleh petugas,” beber Kapolresta.

Setelah menghentikan kendaraan pelaku, polisi menanyakan identitas dan pengecekan surat-surat sepeda motor yang dikendarai Mega. Tak ketinggalan, anggota Satresnarkoba juga memeriksa plastik berisi kardus di dashboard sepeda motor tersangka.

Ketika dibuka, di dalam kardus ditemukan satu plastik besar berisi sabu dan satu plastik besar berisi ekstasi. Setelah diinterogasi Mega mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya.

Petugas kemudian membawa tersangka ke kosnya yang terletak di Jalan Maruti, Denpasar. “Setelah dilakukan penggeledahan, kembali ditemukan 4 paket kecil berisi sabu di atas meja peralatan bengkel dan 1 paket Sabu di dalam tas minibelt milik tersangka. Dia mengaku bahwa narkoba barang tersebut diperoleh dari temannya bernama Ogik yang dikatakan tinggal di Surabaya,” ungkap Kapolresta.

Sesuai dengan perintah pemilik barang, sambil menunggu pembeli untuk sementara waktu sabu dan ekstasi disuruh menyimpan di kamar kos tersangka. “Setelah ada pembeli, sabu dipecah sesuai dengan pesanan. Tersangka kemudian mengantarkan barang dengan cara menempel di suatu tempat. Untuk sekali kirim, tersangka mendapat upah Rp1,2 juta karena pesannya banyak,” urai Kapolresta Adi.

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah menempel narkoba sebanyak lima kali. Sebelum mendapat pasokan satu kilo Sabu dan 3132 butir ekstasi, pada bulan Juli tersangka juga menerima kiriman 200 gram Sabu dari Ogik.

“Dia ini pemilik bengkel sepeda motor, pemakai narkoba juga. Alasan nekat menjadi pengedar karena terdesak kebutuhan ekonomi. Namun apapun alasannya, tersangka telah bersalah dan kami kenakan Pasal 112 ayat (2) UU. RI. No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” demikian Kapolresta Hadi Purnomo. (agw)

BACA JUGA:  Polisi Tembak Komplotan Pelaku Bobol Toko di Karangasem