Pesta Kesenian Bali Dapat Anugerah Budaya dari Kemendikbud

Pawai Pesta Kesenian Bali (foto : ist)

BBO.COM – Ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) akan mendapat anugerah kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan karena masuk nominasi kegiatan seni terbesar dan terpanjang di Indonesia serta didukung penuh berbagai komunitas seni.

“PKB bertahan sampai saat ini karena didukung oleh komunitas seni, peran pemerintah justru hanya memfasilitasi penyelenggaraannya. Komunitas senilah yang sesungguhnya menyebabkan PKB bisa berlangsung hingga ke-40 kalinya ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha saat memimpin Rapat Evaluasi PKB ke-40 di Taman Budaya Denpasar, Selasa (7/8/2018).

Anugerah kebudayaan dari Kemendikbud tersebut, lanjut Dewa Beratha, akan diserahkan pada September 2018, bertepatan dengan pemberian anugerah kebudayaan pada kategori lainnya, seperti kategori maestro, pelestari seni dan sebagainya.

“Untuk PKB sendiri, anugerah kebudayaan yang diterima itu dalam konteks komunitas seni karena PKB sampai bertahan hingga saat ini berkat peran komunitas seni. Biarpun pemerintah menyiapkan dana, jika tidak didukung komunitas seni, paling hanya bisa berlangsung beberapa hari,” terangnya.

Pesta Kesenian Bali dibuka Presiden Joko Widodo. (foto : ist)

“Dengan anugerah kebudayaan tersebut, tentu menjadi tantangan dan kewajiban kita untuk terus mengelola manajemen PKB menjadi lebih profesional. Tidak hanya panitia yang profesional, tetapi didukung oleh seniman yang juga profesional,” kata Dewa Beratha.

Sementara itu, Prof Dr I Wayan Dibia, selaku Koordinator Tim Kurator PKB mengatakan evaluasi terhadap pelaksanaan PKB memang harus terus dilakukan agar ajang seni tahunan terbesar di Taman Budaya Denpasar tersebut menjadi lebih sempurna.

Menurut dia, untuk pelaksanaan PKB tahun ini jika dilihat dari persiapannya sudah cukup matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sedangkan Ketua Tim Pengawas Independen Prof Dr I Made Bandem mengharapkan dalam pelaksanaan PKB ke depan, agar Presiden yang melepas pawai PKB pada saat hari H tidak menghadiri banyak agenda, sehingga menyebabkan pawai mundur hingga satu jam.

“Karena durasinya terlalu lama, banyak penonton meninggalkan lokasi sebelum pawai selesai. Akibatnya ada peserta pawai yang tidak mendapatkan apresiasi dari penonton yang sudah meninggalkan lokasi pawai karena terlalu malam,” kata mantan Rektor STSI Denpasar ini. (tra)

 

BACA JUGA:  Jelang Hari Raya Galungan, Pemkot Gelar Pasar Murah