Pascabom Surabaya hingga Asian Games, 238 Terduga Teroris Ditangkap

 

Kapolri Tito Karnavian

BBO.COM – Pascabom bunuh diri di Surabaya pada Mei 2018 lalu, sebanyak 238 terduga teroris ditangkap tim Densus 88 Mabes Polri. Penangkapan terus dilakukan sampai saat ini mengingat perhelatan Asian Games 2018 semakin dekat.

“Kita sudah melakukan penagkapan, laporan terakhir ke saya tadi malam 283 yang ditangkap pasca-bom Surabaya,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di PTIK, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Tingginya intensitas penangkapan terduga teroris ini juga didukung Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme yang baru saja disahkan. Ditambah lagi adanya putusan pengadilan yang menyatakan Jemaah Anshor Daulah (JAD) sebagai korporasi terlarang.

“Artinya siapapun juga yang berhubungan membantu, menjadi anggota (JAD) dapat dipidana. Yang dulu di UU lama tidak, harus ada bukti dulu, senjatanya, perencanaannya, harus ada aksinya, terlambat kita. Nah UU memberikan peluang baru dan kita akan bekerja terus,” tutur Tito.

Pemberantasan teroris tersebut linier dengan upaya pengamanan Asian Games 2018 dan beberapa agenda besar setelahnya. Terorisme menjadi isu krusial yang harus diantisipasi Polri

Tito mengatakan, pihaknya akan terus melakukan operasi penangkapan terhadap terduga teroris. “Saya minta terus melakukan penangkapan-penangkapan,” ucap Tito menegaskan.

Untuk memberantas terorisme, pihaknya telah membentuk satuan tugas anti-teror di polda-polda yang tersebar di 34 provinsi. Satgas tersebut dibentuk untuk memperkuat tugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror. (sdn/itn)

BACA JUGA:  Kasus Corona Terus Bertambah, Hingga 3 April Total Ada 1.986 Orang Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal