25 Pelanggar Perda Ketertiban Umum di Denpasar Kena Tipiring dan Denda Rp1,5 Juta

Sidang Tipiring bagi pelanggar Perda Ketertiban Umum (foto : ist)

BBO.COM – Sebanyak 25 pelanggar Perda No.1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum di Kota Denpasar kena tindak pidana ringan (tipiring). Namun dari 25 orang pelanggar, yang hadir hanya 4 orang pada sidang yang dilaksanakan di Kantor Camat Denpasar Barat, Senin (6/8/2018).

Sidang yang dipimpin hakim tunggal I Gst Ngurah Partha Bhargawa, SH dengan Panitra I Made Wisnawa dan Jaksa Yudhi Parwata, SH mengenakan denda sebesar Rp1,5 juta untuk empat orang pembuang limbah tahu dan tempe ke selokan dan sungai.

Kepada para pelanggar, Partha Bhargawa meminta untuk memenuhi keputusan yang telah ditetapkan. Ia berharap kedepannya parea pelanggar tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama (membuang limbah usahanya ke sungai dan selokan). Terlebih lagi denda yang dikenakan jauh dari denda maksimal yang ditetapkan dalam perda sebesar Rp50 juta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar I Ketut Wisada yang ditemui disela-sela sidang tipiring mengatakan, sidang yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menegakan pelaksanaan regulasi, khususnya yang mengatur tentang kebersihan di kota Denpasar baik limbah padat maupun limbah cair.

Saat ini jumlah warga yang melakukan pelanggaran tercatat 25 orang terdiri dari 10 pembuang limbah ayam, 13 pembuang limbah tahu dan tempe dan 2 pembuang sampah.

Terkait jumlah pelanggar yang tidak semua hadir saat sidang berlangsung, Wisada mengatakan  tudak menjadi masalah. Karena pelanggar yang tidak hadir langsung akan ditipiring di Pengadilan Negeri Denpasar.

Sedangkan denda yang dikenakan sesuai Perda No. 1 tahun 2015 yaitu, bagi pembuang sampah sembarangan dikenakan denda maksimal Rp25 juta, sementara untuk pembuang limbah sembarangan didenda Rp50 juta. (tra)

BACA JUGA:  Pemkab Tabanan Gelar Rapat Pemantapan Tanah Lot Art & Food Festival #2