Jelang Pertemuan IMF-World Bank, Polda Bali Sebar Pasukan Anti Copet

Polda Bali saat merilis pengungkapan kasus tindak kejahatan. (foto : agw)

BBO.COM– Kepolisian Daerah (Polda) Bali menggelar operasi besar-besaran menjelang pelaksanaan Annual Meeting International Monetary Fund (AM IMF)-World Bank 2018 yang akan berlangsung di kawasan Nusa Dua, Oktober mendatang.

“Salah satunya kita membentuk tim anti copet. Mereka akan disebar di kantong-kantong wisata seperti di Kuta, Nusa Dua dan Sanur,” kata Direktur Reserse Kriminal Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Jum’at (3/8/2018) saat rilis pengungkapan kasus oleh Ditreskrimum Polda Bali beserta jajaran selama tiga bulan terakhir.
Dijelaskan, pasukan anti copet sengaja disebar guna memberikan rasa aman kepada puluhan ribu delegasi dari berbagai dunia tersebut. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan selama di Bali para delegasi akan mengunjungi obyek-obyek pariwisata.
“Kita ingin memberikan rasa aman kepada delegasi maupun tamu negara yang lain karena ini juga menyangkut nama bangsa. Perintah pimpinan sudah jelas, pelaku kejahatan harus dilumpuhkan. Kalau masih melawan, kita tidak segan-segan memberi tindakan tegas,” kata Kombes Andi.
Sementara dari hasil pengungkapkan kasus selama tiga bulan terakhir yakni bulan Mei hingga bulan Juli 2018, Dit Reskrimum Polda Bali dan Reskrim jajaran meringkus 93 orang pelaku kejahatan dengan rincian 90 warga Indonesia dan 3 warga asing.
“Dari tiga warga asing, dua berasal dari Bulgaria dan satu warga negara Australia. Mereka adalah pelaku skimming. Tkpnya di Denpasar dan Klungkung. Sementara yang warga Indonesia ada pelaku curat, curas dan kasus lain. Tiga tersangka kita berikan tindakan tegas,” kata Direskrimum.
Sebelumnya, Polda Bali menggelar operasi yang dinamai KKYD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan). Sasaran utama dalam operasi yang digelar dari 6 Juni hingga 20 Oktober tersebut yakni copet, jambret, pencurian, preman, sajam, narkoba dan juga handak (bahan peledak) (agw)
BACA JUGA:  Praperadilkan Kejari, Legal Standing Pemohon Dipertanyakan