Pelaku Oplos Elpiji Diringkus

Diamankan barang bukti oplos gas elpiji.

GIANYAR – Jajaran unit Tipiter Sat Reskrim Polres Gianyar berhasil meringkus  PS (34) warga asal Bitera Gianyar yang tertangkap melakukan aksi pengoplosan gas elpiji di sebuah garase di jalan Mahendradatta, Bitera, Gianyar Rabu (1/8/2018) sore. Pelaku tak bisa berkelit dan mengaku  nekat melakukan aksi ini karena terbelit masalah ekonomi.

Informasi yang dihimpun Kamis (2/8/2018)  menyebutkan, pengungkapan kasus pengoplosan gas elpiji dari tabung 3kg ke 12kg tersebut bermula dari informasi yang diperoleh jajarannya di lapangan. Dikatakan selama ini di wilayah Jalan Mahendratta, Bitera telah muncul usaha pengoplosan elpiji bersubsidi skala rumahan.

Atas informasi itulah, Unit Tipiter Satreskrim Polres Gianyar langsung melakukan  penyelidikan. Tak hanya menggali informasi dari masyarakat, upaya pemantauan lokasi tempat pengoplosan elpiji juga dilakukan. Hingga akhirnya pada Rabu (1/8/2018) sore sekitar pukul 18.40, polisi langsung menyanggongi rumah pria berinisial PS tersebut.

Saat penggerebekan dilakukan, pelaku yang merupakan karyawan swasta itu tak mampu berkutik. Sebab  saat polisi menyanggonginya, pelaku tengah melakukan aktifitas pemindahan elpiji dari tabung ukuran 3 kg bersubsidi ke tabung ukuran 12 kg.

Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan yang dikonfirmasi pun membenarkan penangkapan tersebut. Dijelaskan,  dalam proses pemindahan gas elpiji itu pelaku menggunakan alat yang berupa pipa, yang terhubung antara tabung 3 kg dengan tabung 12 kg.

Dari penggrebekan tersebut, selain mengamankan pelaku PS, beberapa barang bukti juga ikut diamankan. Seperti tiga buah plastik es, 28 tabung ukuran 3kg yang dalam keadaan kososng. Sebanyak 12 tabung ukuran 3 kg yang masih terisi, 10 tabung ukuran 12 kg yang kosong, dan tiga tabung ukuran 12 kg berisi setengah, serta 9 tabung ukurang 12kg yang berisi penuh.

BACA JUGA:  Baru Dua Bulan Hirup Udara Bebas, Wanita Asal Cirebon Kembali Diciduk Polisi

“Kami juga mengamankan alat berupa tiga buah pipa yang digunakan sebagai media untuk memindahkan dari elpiji 3kg ke 12kg. Lalu juga satu unit mobil pikap nopol DK 9736 KT, satu timbangan, dan beberapa alat lainnya,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pelaku mengakui jika sudah melakukan aksi pengoplosan ini sejak 4t bulan lalu. Sedangkan keuntungan yang diperoleh sekitar Rp 40 ribu per tabung 12 kg.

Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat dengan Pasal 55  UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 milyar, dan atau pasal 53 huruf c dan d UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman penjara paling lama 3 tahun dan denda paling tinggi Rp 30 milyar. (yes)