Bekuk Bandar Narkoba, Polda Bali Amankan 1 Kilogram Sabu dan Senjata Api

Wadir Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko (baju hitam) tunjukan senpi saat meringkus bandar narkoba.

DENPASAR – Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali bersama Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) mengamankan tiga orang laki-laki, Ali Wafa alias Franky (28), Mohammad Rahman (30) dan Fathorrahman (35) karena terlibat dalam jaringan narkotika lintas Jawa-Bali.

“Mereka ditangkap di jalan raya Denpasar-Gilimanuk tepatnya depan Polsek Negara. Dari hasil penggeledahan ditemukan dua paket plastik klip besar berisi Sabu seberat 1.001 gram bruto atau 991 gram netto di dalam sarung pembungkus jok yang diakui milik Franky,” kata Wadir Narkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko, Rabu (1/8/2018).

Polisi lantas melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah kontrakan Franky di seputaran Glogor Carik, Denpasar Selatan. Disana, kembali ditemukan Sabu sebanyak 11 paket klip kecil seberat 4,92 gram brutto atau 2,92 netto di dalam almari milik Franky.

Usai mengobok-obok rumah Franky, petugas bergeser dan menggeledah rumah kos yang ditempati Fathorrahman di Jalan Pulau Yoni gang Perumahan Pemogan Indah No.10, Denpasar Selatan.

Di dalam kamar kos Fathorrahman, kembali ditemukan sejumlah barang bukti berupa 14 bendel plastik bening, 2 buah korek api, 1 buah pipet kaca, 2 buah sendok pipet, 1 buah isolasi bening, sebuah plastik klip bening yang didalamnya berisi Sabu sebanyak 7 paket yang sudah dilakban warna kuning dengan berat keseluruhan 7,76 gram brutto.

Kemudian dari tas kompek warna hitam, polisi juga menemukan satu buah plastik klip bening didalamnya terdapat 7 paket Sabu dilakban warna merah dengan berat keseluruhan 6,42 gram brutto.

Yang mengejutkan petugas, ketika memeriksa tas berwarna hitam ditemukan sepucuk senjata api (senpi) berwarna silver jenis Cis Revolver, satu pucuk senpi berbentuk Pulpen, enam butir amunisi serta satu buah timbangan digital.

BACA JUGA:  Seorang Wanita Ditemukan Meregang Nyawa di Sebuah Kamar Penginapan

“Frangky ini baru keluar dari LP Kerobokan tiga bulan lalu dengan status bebas bersayarat. Dia merupakan salah satu bandar di Bali. Untuk yang dua pelaku lain, mereka adalah peluncur (tukang tempel narkoba) dibawah kendali Franky,” beber Wadir Narkoba. (agw)