Pasutri Impor Sabu dari Thailand Dicokok Polisi

Pasutri beserta BB narkoba yang diimpor dari Thailand (foto : agw)

DENPASAR – Direkotorat Reserse Narkoba Polda Bali mencokok pasangan suami istri berinisial NAM alias Farhat (28) dan YF (25) lantaran diduga mengimpor narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Thailand.

Pasutri asal asal Jalan Kerta Bumi, Kerawang Kulon, Kerawang, Jawa Barat tersebut ditangkap petugas dalam sebuah penggerebekan di sebuah rumah kos di Jalan Raya Pemogan No. 288A, Denpasar Selatan.

“Iya memang benar kita menangkap dua orang dan sudah kita periksa di Polda Bali,” kata Wadir Ditresnarkoba Polda Bali AKBP Sudjarwoko saat dikonfirmasi, Selasa (31/7/2018).

Informasi di lapangan menyebutkan, penangkapan berawal dari kecurigaan pihak Bea Cukai yang menyebutkan adanya pengiriman paket dari Thailand ke Bali melalui sebuah jasa pengiriman.

Pihak Bea Cukai kemudian berkoordinasi dengan Dit Resnarkoba Polda Bali terkait dugaan adanya pengiriman paket narkoba dari luar negeri. Tim Opsnal unit 2 subdit 3 Narkoba Polda Bali kemudian melakukan control delivery terhadap penerima.

Setelah paket berisi narkoba diterima, petugas kemudian meringkus kedua pelaku, Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 19:00 WITA.

“Modus yang dilakukan pelaku yakni mengimpor barang narkotika jenis Sabu dan ekstasi dari Thailand. Barang kemudian disimpan di dalam kamar kos. Setelah dirasa aman barang rencananya mau diedarkan,” kata petugas di lapangan.

Dari hasil penggeledahan di dalam kamar, petugas mengamankan barang bukti 42 paket sedang dan 6 paket kecil narkotika jenis Sabu dengan total berat 1024,79 gram bruto atau 973,15 gram netto.

Kemudian 13 butir ekstasi, 4 buah handphone, 1 buah timbangan digital, 27 buah tas perempuan, 1 buah tas gendong warna warni merk Jansport, 1 buah tapperwere warna merah muda, dan 1 buah buku catatan rekapan penjualan.

BACA JUGA:  Mencoba Kabur saat Ditangkap, Pencuri Sepeda Motor Didor Polisi

“Untuk tersangka belum ada penambahan, masih dua orang. Sabar ya nanti segera kita rilis secepatnya,” kata Wadir Narkoba AKBP Sudjarwoko. *agw