‘Cinta Putih’ Bukti Keseriusan Karya Anne Avantie

Kebaya Karya Anne Avantie

DENPASAR – Perancang busana senior, asal Semarang, Anne Avantie menggelar sekaligus memamerkan sejumlah karyanya yang mayoritas bermotifkan batik, Melibatkan puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaannya yang dikemas dalam ajang selama sepekan (24-29 Juli 2018) di Atrium Mal Bali Galeria (MBG), Kuta.

“Setiap bulan, kami selalu pindah dari satu mal ke mal yang lain di setiap daerah, sambil memberikan inspirasi karya dan cinta untuk para pelaku industri kreatif Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi UMKM agar bisa maju bersama meraih keberhasilan, inspirasi, dan komunikasi,” ujar ibu tiga anak yang terlahir dengan nama asli Sianne Avantie, ditemui di Kuta, baru baru ini.

Menurutnya, event busana bertajuk ‘Cinta Putih’ merupakan sebuah upaya untuk menghadirkan dan mendekatkan kembali warisan seni tradisional dan budaya bangsa Indonesia, seperti batik dan kain tradisional Nusantara agar menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia khususnya dan wisatawan mancanegara pada umumnya.

“Kami bekerja sama dengan ribuan perajin, penjahit, dan dunia usaha mikro kecil dan menengah, bahkan memberikan kesempatan kepada para narapidana perempuan untuk memproduksi busana,” tutur putri kandung pasangan Hari Alexander dan Amie Indriati.

Hasil pernikahannya dengan Yoseph Henry, Bunda Anne yang kini berusia 64 tahun dikaruniai 3 anak, yaitu Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo, dan Ian Tadio Christoga Susilo.

Pemilihan jenis serta motif kain, desain, dan pemotongan dilakukan sendiri oleh Bunda Anne, dan seluruh produk tersebut menggunakan brand Anne Avantie Indonesia yang selalu dikontrol sesuai standar kualitas yang telah ditentukan.

Usaha keras Bunda Anne yang selalu peduli dengan siapa saja yang memerlukan bantuannya juga mendapat dukungan dan apresiasi dari Andry M Sitania, General Manager MBG.

BACA JUGA:  Aktivitas Penyeberangan Nusa Penida-Kusamba Kembali Normal

Terkait gelaran acara tersebut, pihak Yayasan Anne Avantie berbagi kasih dengan memberikan 1.000 unit kursi roda bagi kaum disabilitas, di antaranya diserahkan kepada Yayasan Cahaya Mutiara, Ubud, yang diterima langsung oleh Ketut Budiarsa selaku ketua yayasan tersebut.

Gelaran acara charity yang dikemas secara istimewa dan dihadiri sekitar 1.500 tamu undangan tersebut dimaksudkan untuk memberikan inspirasi serta sebagai ajang pembuktian pencapaian popularitas yang baik di mata masyarakat. arz