Bahaya Kantong Plastik bagi Kesehatan Manusia, Masyarakat Dunia Buang 2 Juta Kantong Plastik Tiap Menit

Tutup Botol Dari Plastik

BBO.com – Manusia sepertinya tak bisa menghilangkan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat angka penggunaan plastik di seluruh dunia meningkat pesat.

Tak hanya ditemui dalam bentuk kantong plastik, bahkan makanan, kosmetik hingga mainan anak-anak, mobil, telepon genggam hingga komputer juga tak luput menggunakan bahan plastik dalam proses produksinya.

Tak banyak yang tahu, bahkan permen karet yang dikunyah juga mengandung sedikit bahan plastik di dalamnya. Banyak yang mengetahui bahwa produk dari bahan plastik sulit untuk didaur ulang. Namun, banyak juga yang belum memiliki kesadaran mengenai akibat buruk dari penggunaan plastik.

Produk-produk plastik tak dapat didaur ulang dan hanya bisa dimanfaatkan kembali dengan kualitas yang lebih rendah atau yang dikenal dengan sebutan downcycled.

Sebagai missal, pembungkus kotak susu tak dapat didaur ulang menjadi bentuk kertas lain, namun bisa dimanfaatkan untuk kantong plastik kulitas rendah yang tak aman bagi kesehatan.

Harga plastik yang murah menjadikan berbagai industri menggunakannya secara luas. Sayangnya, banyak yang tak sadar jika kantong plastik tak bagus digunakan untuk kantong makanan atau air minum kemasan. Hal ini bisa menimbulkan ancaman serius terhadap kesejahteraan manusia dan hewan serta lingkungan.

Melihat dampak tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menggalakan gerakan kurangi kantong plastik. Salah satunya lewat kegiatan kampanye mengurangi penggunaan kantong plastik yang dilaksanakan di areal Car Free Day, Kawasan Renon, Denpasar, Minggu (29/7/2018).

Kampanye tersebut melibatkan komunitas peduli sampah di kota Denpasar seperti Trash Hero Indonesia hingga kalangan pengusaha swalayan yang ada di Denpasar.

Pada kesempatan itu, DLHK Denpasar bersama-sama komunitas peduli sampah plastik, berjalan mengelilingi areal Car free Day dengan membawa spanduk seruan bertuliskan “Ayo Ganti Kantong Plastik dengan Tas Ramah Lingkungan”.

BACA JUGA:  Banyak Proyek Drainase, Jaringan PDAM Gianyar Rusak

Masyarakat juga diajak membubuhkan tanda tangan di atas kain putih untuk menyatakan kesepakatan terhadap pengurangan kantong plastik. Ajakan DLHK Denpasar ini juga diikuti dengan membagikan kantong kain ramah lingkungan secara gratis kepada masyarakat pengunjung Car Free Day.

Tas plastik (kresek)

“Gerakan kami saat ini mengkampanyekan kepada masyarakat terkait dengan pengurangan penggunaan kantong plastik,” ujar Sekretaris DLHK Denpasar, I.B Putra Wirabawa.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam satu tahun, 1 triliun kantong plastik digunakan oleh dunia. Setiap orang menggunakan sekitar 170 kantong plastik setiap harinya. Ini berarti setiap satu menit ada 2 juta kantong plastik yang dibuang.

Begitu juga di kota Denpasar, penggunaan kantong plastik masih menjadi pilihan bagi masyarakat, sehingga gerakan pengurangan kantong plastic di masyarakat terus digalakkan.

Target dalam pelaksanaan kampanye ini adalah masyarakat dapat memahami bahaya penggunaan kantong plastik.

Pihaknya juga membagikan kantong kain ramah lingkungan yang dapat dipergunakan masyarakat berulang kali saat berbelanja di pasar maupun swalayan.

“Kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat yang berbelanja di pasar hingga swalayan maupun tempat umum, agar membawa kantong kain ini serta menolak memasukannya ke kantong plastik,” demikian Putra Wirabawa. (tra)