Penobatan Jegeg Bagus Bali 2018 Semarak dan Menegangkan

Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2018

DENPASAR – Malam grand final Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2018 yang digelar di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Art Center, Denpasar, Sabtu (28/7/2018) malam, berlangsung semarak sekaligus menegangkan.

Bagaimana tidak, sejak awal acara ini dimulai, para pendukung dari masing-masing kabupaten/kota se-Bali tampak semangat memberi dukungan kepada setiap peserta yang tampil. Turut juga memberi semangat Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Mantra dan Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani.

Dalam kese mpatan itu, peserta dari Kota Denpasar yaitu Kadek Deko Widi Permana dan Kadek Dena Ayu Ersavira dinobatkan sebagai Jegeg Bagus Bali tahun 2018.

Kadis Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Putra dalam sambutanya  mengatakan bahwa pemilihan Jegeg Bagus Bali tahun 2018 bertujuan untuk meningkatkan SDM dalam bidang pariwisata dan pembelajaran kreatifitas, inovatif, berwawasan luas serta bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan negara.

“Peserta dalam grand final ini yaitu 18 peserta dari 9 kabupaten/kota se-Bali yang terdiri atas 9 jegeg dan 9 bagus yang dipilih berdasarkan seleksi kabupaten/kota se-Bali,” terang Yuniartha.

Setelah melewati berbagai seleksi dan tahapan, maka diperoleh hasil yang menempatkan truna-truni Denpasar, Kadek Dena Ayu Ersavira dan Kadek Deko Widi Permana sebagai Jegeg Bagus Bali 2018.  Sedangkan untuk runner up 1 dan 2 Jegeg Bagus diraih peserta dari Kabupaten Gianyar dan Badung. Menyusul runner up 3 diraih peserta dari Kabupaten Jembrana dan Karangasem.

Sedangkan runer up 4 Jegeg Bagus direbut peserta dari Kabupaten Buleleng dan  Jembrana.Menyusul runner up 5 Jegeg Bagus diraih peserta dari Kabupaten Karangasem dan Klungkung.

Sementara untuk peserta Jegeg Bagus Bali berpenampilan terbaik diperoleh dari Kabupaten Bangli, Jegeg Bagus Bali berbakat diraih Kabupaten Klungkung dan  Buleleng, serta Jegeg Bagus Bali persahabatan direbut dari Kabupaten Tabanan. (tra)

BACA JUGA:  Politik Transaksional Masih Jadi Hantu di Pemilu 2019