Mahasiswa ISI Denpasar Angkat Keragaman Desain Busana

Peragaan desain busana yang memperkenalkan hasil industry tradisional Bali, seperti kain endek, songket, dan tenun ikat (foto : ist).

DENPASAR  – Mahasiswa program studi Desain Fashion Institut Seni Indonesia Denpasar mengangkat keragaman budaya dalam desain busana yang diperagakan serangkaiajn unjuk karya fashion show tugas akhir mahasiswa mereka.

“Karya yang ditampilkan para mahasiswa ini, sebelumnya dirancang berbasiskan riset, yaitu kebudayaan Indonesia,” kata Ketua Program Studi Desain Fashion ISI Denpasar Cok Ratna Kora disela-sela ‘fashion show’ karya tugas akhir mahasiswa di kampus setempat, Minggu (29/7/2018) malam.

Sebanyak 36 mahasiswa Prodi Desain Fashion angkatan 2014 yang menampilkan karya terbaiknya pada acara peragaan busana (fashion show) bertajuk ‘Diversity of Indonesia’ itu.

Setiap mahasiswa wajib menampilkan tiga jenis busana (ready to wear, deluxe, dan couture) dari subtema yang telah ditentukan.

Menurut Ratna Kora, dari tema keanekaragamaan budaya Indonesia, selanjutnya dibagi menjadi empat subtema yang dapat dipilih mahasiswa untuk menampilkan karya busana terbaiknya yakni tentang arsitektur Indonesia, sosio kultural Indonesia, flora fauna Indonesia, serta film yang terinspirasi budaya maupun alam Indonesia.

“Yang menarik dari penampilan karya tugas akhir mahasiswa ini adanya video empatic speak’ atau kata-kata yang memotivasi dari Rektor ISI Denpasar Prof Dr Gede Arya Sugiartha, Rektor ISBI Tanah Papua Prof I Wayan Rai yang merupakan penerima mandat ketika Desain Fashion ISI Denpasar dibentuk pada 2012,” katanya.

Dari sejumlah desain busana yang diperagakan, diantaranya ada yang menuangkan eksotisme durian merah, uniknya warna kembang telang, keindahan merah kembang sepatu, misteri ayam cemani dan sebagainya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar Dr AA Gede Bagus Udayana berharap dengan ditampilkan berbagai busana karya mahasiswa itu, bisa dinilai dan diapresiasi masyarakat.