Taman Nusa Tampilkan Lukisan Romantisme

Lukisan romantika Romeo dan Juliet dari berbagai versi dunia menjadi koleksi baru bagi Taman Nusa.

 

GIANYAR – Lukisan romantika Romeo dan Juliet  dari berbagai versi dunia menjadi koleksi baru Taman Nusa, Gianyar  yang  dipampang di  Museum Ipno grafi, Sabtu (28/7).

“Lukisan panji ini terdiri dari lukisan aksara dan romantisme, kalau lampu musem di nyalakan akan tampak lukisan aksara, kalau dimatikan akan tampak lukisan romeo dan juliet,” kata General Manager Taman Nusa, I Nyoman Murjana.

” Ada 6 lukisan yang terbuat dari pospor sehingga saat digelapkan akan muncul lukisan lain terlihat pada saat terang yang sudah terpasang dari 20 buah lukisan yang ada,” ujarnya.

Selaian itu, Taman Nusa juga dilengkapi sejumlah Museum seperti Museum lukisan, Museum Wayang, Museum Kain atau Tekstil seluruh Nusantara dan museum lainnya yang masih tahap pembangunan.

Untuk perpustakaan Seni dan Budaya dibawah Museum Sapu Lidi. “Kita sudah ada kerjasama dengan Balai Pustaka. Ada sekitar 5.000 judul buku secara elektronik akan ditampiilkan disana,”jelas I Nyoman Murjana.

Dikampung budaya seperti museum hidup. Pengunjung tidak saja melihat rumah Papua misalnya, namun pengunjung dapat melihat orang Papua yang didatangkan dari Papua.

Selain itu, Taman Nusa juga menampilkan pengerajin dari masing-masing daerah.

“Para pengunjung bisa berinteraksi dengan penghuninya termasuk kesenian khas daerah tersebut,”jelas I Nyoman Murjana.Penunggu rumah adat langsung dari asal daerah misalnya daerah Papua. Sementara tari berbagai nusantara selain mendatangkan penari asli dari daerahnya, namun terkadang orang lokal yang dilatih untuk belajar menarikan perwakilan daerah masing-masing.

“Ada juga orang lokal diajarkan untuk bisa menarikan tarian nusantara,”kataanya. Yang jelas penari sudah paham tarian daerah masing-masing yang dibawakan.

Demikian juga pemain musik sebagian besar asli dari daerah asalnya. Namun juga ada pemusik orang lokal yang dilatih untuk bisa musik asal daerah masing-masing.

BACA JUGA:  Audiensi dengan Pemerintah Toyama Jepang, Bupati Eka Bahas tentang Teknologi Ramah Lingkungan

Ada musik Bali seperti gong, ada gender, ada rindik.Selain itu, juga ada alat musik tradisional dari Sulawesi seperti Kulintang, Angklung khas Jawa Barat itu juga bisa juga dilatih untuk bisa dilakukan orang Bali.

Untuk menarik wisatawan agar datang ek Taman Nusa, pihaknya melakukan promosi kepada hotel dan vila, travel agent, ada touris informasi, ada juga free land atau para guide yang menawarkan perjalanan ketempat wisata.

”Rata-rata orang asing datang setiap hari ada 600 orang,”jelasnya. Dari datang itu 60 persen orang lokal dan 40 persen orang asing.

Berdasarkan data orang asing paling banyak berkunjung yakni tamu Cina dan Asia. Karena mereka senang dengan seni dan budaya. Beda dengan wisatawan Australia yang lebih senang dengan wisata petualang alam seperti rafting.

Disusul tamu India, ketiga tamu Australi, Tamu Eropa, Asia, Rusia, Amerika dan tamu negara lainnya.

Kunjungan wisatawan ke Taman Nusa ditiketing dibuka pukul 09.00 Wita dan tutup pukul 17.00 Wita.

Sementara malam Taman Nusa juga sering digunakan untuk kegiatan berskala besar ada permintaan gala diner.arz