Polisi Ringkus Preman Kampung Aniaya Majikan

JEMBRANA – Seorang preman kampong I Kadek Arsana (33), asal Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana nekat melakukan penganiayaan dan pengancaman serta pengerusakan rumah majikannya gara-gara hal sepele.

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, kejadian itu berawal pada Selasa (17/7) lalu, sekitar pukul 23.00 Wita, saat korban bernama I Gusti Bagus Rasutama (69), purnawirawan Polri menyuruh ketiga karyawannya, masing-masing Handoko, Komang Tumpeng dan I Nengah Bugista untuk mencari pelaku guna meminta STNK milik korban yang dibawa oleh pelaku.

Setelah bertemu dengan pelaku dan meminta STNK, pelaku mengaku tidak ada membawa STNK milik korban. Hal tersebut kemudian disampaikan kepada korban sehingga korban menemui korban secara langsung.

“Saat korban menanyakan kembali STNK, pelaku tetap mengatakan tidak ada membawa STNK milik korban. Saat itulah korban marah dan meminta agar pelaku jangan lagi tinggal di rumah korban,” terang Kapolsek Melaya, AKP I Ketut Wijaya Kusuma, Kamis (26/7/2018).

Mendengar perkataan korban, pelaku naik pitam dan secara spontan menendang korban  hingga mengenai dada korban. Karena merasa kalah tenaga, korban yang tinggal di Banjar Brawantagi, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana itu pergi meninggalkan pelaku.

Rupanya, pelaku masih menaruh dendam dengan korban, terbukti pada Rabu (18/7) lalu pukul 20.00 wita, pelaku kembali datang ke rumah korban dengan membawa sabit. Pelaku langsung  menantang korban untuk berkelahi. Namun korban tidak menghiraukan tantangan pelaku karena saat itu pelaku dalam keadaan mabuk.

Namun pelaku tiba-tiba menyerang korban dengan menggunakan sabit. Tidak hanya itu,  pelaku juga merusak beberapa bagian rumah korban dengan menggunakan sabit, sehingga jendela rumah, sangkar burung, kabel listrik, ember plastik serta barang lainnya  mengalami kerusakan.

“Pelaku telah kita amankan berikut barang buktinya. Pelaku juga sudah kita tahan. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal  2 ayat (1) UU darurat no 12 tahun 1951 yo pasal 335 KUHP yo Pasal 406 KUHP,” demikian Kapolsek Melaya. (tra)