Buron Curanmor Dibekuk Resmob Polresta Denpasar di Jember

DENPASAR – Tim Resmob Polresta Denpasar berhasil meringkus pelaku pencurian sepeda motor bernama Ali Safi’i alias pak Kampung (44) yang selama ini beraksi di wilayah hukum Polresta Denpasar. Jaringan kelompok Hoerul Anwar ini dibekuk di daerah Jember, Jawa Timur.

“Pelaku beraksi melakukan pencurian sepeda motor bersama satu pelaku lain yang sudah kita tangkap lebih dulu bernama Muhammad. Dari hasil pemeriksaan, mereka mencuri di areal parkir pantai Sindu dan pantai Padang Galak,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Jumat (27/7/2018).

Informasi diperoleh, saat itu korban I Nyoman Santika tengah memarkir sepeda motor di parkiran Pantai Padang Galak, Denpasar Selatan untuk berolah raga, Kamis (22/2/2018) sekitar pukul 07:00 Wita. Selesai olahraga korban kembali ke tempat parkir namun sepeda motornya sudah hilang.

Sebelumnya, peristiwa yang sama dialami Ida Bagus Kade Alit Susanta. Sepeda motor Honda Beat warna hitam milik wartawan di Denpasar tersebut digondol maling saat parkir di Pantai Sindu Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (18/1/2018). Modusnya sama, pelaku mencuri motor korban menggunakan kunci palsu.

Dua kejadian di atas membuat Tim LEACC (Law Enforcement And Counter Crime) Squad Polresta Denpasar bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kerja keras petugas di bawah komando Kompol Wayan Arta Ariawan membuahkan hasil. Salah satu pelaku bernama Muhammad dibekuk di Jember bulan April 2018 silam.

Dari hasil perburuan yang cukup melelahkan, Ali Safi’i alias pak Kampung akhirnya dibekuk tim Resmob Polresta yang dipimpin Kanit 1 Jatanras Iptu Yudistira di Jember, Jawa Timur, Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 16:30 WIB. “Pelaku tau kalau sedang kita buru, sehingga dia terus berusaha menghindar dari kejaran petugas,” ucap Kasat.

BACA JUGA:  Tiga Kali Beraksi, Karyawan Perusahaan Ditangkap Berkat Rekaman CCTV

Dari keterangan saat diperiksa, para pelaku mengaku sepeda motor hasil curian dijual kepada Hoerul Anwar masing-masing seharga Rp1 juta. “Pelaku dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan 5 KUHP tentang pencurian yang dilakukan lebih dari dua orang dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun,” tegas Kompol Arta. (agw)