Adik Ketua Umum PAN Terjaring OTT Penyidik KPK

: Zainudin Hasan (nomor dua dari kiri) bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan (foto : merdeka.com).

JAKARTA – Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang notabene adalah adik Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkipli Hasan, terkait kasus proyek infrastruktur.

Dari operasi senyap ini, tim KPK mengamankan uang Rp700 juta. Diduga penangkapan tersebut terkait dengan proyek infrastruktur.

“Tim mengamankan uang Rp 700 juta dalam pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi.

Saat ini, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan 11 orang lainnya yang turut diamankan.

Menanggapi penangkapan Zainudin Hasan itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan buka suara terkait adiknya, Zainudin Hasan yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) penyidik KPK. Ia meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya Lampung Selatan atas ulah adiknya yang merupakan Bupati daerah tersebut.

“Sebagai kakak, saya memohon maaf kepada masyarakat Lampung Selatan khususnya, dan seluruh masyarakat Lampung atas apa yang terjadi. Saya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada KPK. Saya percaya KPK akan bertindak professional,” ucap Zulkifli dalam keterangannya, Jumat (27/7/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua MPR itu mengatakan sejak kecil dididik untuk selalu berbuat jujur. Peristiwa yang menimpa Zainudin ia anggap sebagai ujian bagi keluarganya.

“Sebagai kakak tertua, wakil orang tua, kami sangat prihatin dan sedih atas musibah yang terjadi. Kami sejak kecil dididik untuk selalu bekerja keras dan berbuat jujur. Peristiwa ini menjadi ujian bagi keluarga kami,” katanya.

Dia mengatakan, akan mengikuti proses hukum. Dan meminta Zainudin untuk kooperatif. “Sebagai ketua umum PAN, saya selalu mengingatkan kader-kader dimanapun berada untuk menjauhi perilaku korupsi,” jelas Zulkifli.

Untuk diketahui, Selain Bupati Lampung Selatan, KPK juga mengamankan sejumlah pihak yang totalnya 11 orang dari unsur anggota DPRD, pihak swasta dan lainnya. Rencananya, pihak yang terkena operasi senyap tersebut tengah dibawa ke Gedung KPK Kuningan Jakarta untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA:  Kejagung Periksa Broker hingga Bos Manajemen Investasi di Kasus Jiwasraya

“Nanti direncanakan sebagian akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta. Tim akan mempertimbangkan dari hasil pemeriksaan di Polda sejak tadi malam,” ujar Febri.

Sumber : Liputan6.com